Nyoman Sueca Tak Pernah Menyangka Lakukan Aksi Penyelamatan dengan Tandu pada Kemiringan 60 Derajat

Aiptu I Nyoman Sueca polisi yang bertugas di Polsek Bebandem, Karangasem, tak menyangka jika harus menandu seorang perempuan pasca-persalinan

Nyoman Sueca Tak Pernah Menyangka Lakukan Aksi Penyelamatan dengan Tandu pada Kemiringan 60 Derajat
Instagram Divisi Humas polri

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aiptu I Nyoman Sueca polisi yang bertugas di Polsek Bebandem, Karangasem, tak menyangka jika harus menandu seorang perempuan pasca-persalinan menuju ambulans dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam menggunakan tandu.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (17/5/2018) lalu di Umeanyar Selumbung Manggis, Karangasem, Bali, sempat viral beberapa hari ini dan mendapat banyak perhatian netizen.

Tercatat beberapa petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa membantu evakuasi Ni Luh Suriani ke rumah sakit terdekat, pasca-melahirkan prematur di rumahnya.

Tribun-bali.com mencoba melakukan konfirmasi pada salah satu relawan dalam aksi itum Aiptu I Nyoman Sueca.

Berdasarkan keterangan Aiptu Sueca, ia sama sekali tidak pernah menyangka jika peristiwa seperti kemarin terjadi dalam masa tugasnya.

"Kami diminta untuk mengevakuasi yang bersangkutan ke rumah sakit. Dalam bayangan saya rumah dan lokasinya mudah dijangkau, dekat dan tinggal dibantu dibawa ke rumah sakit saja. Tapi saya terkejut, saat sampai lokasi ternyata harus melewati medan yang sulit. Namun ya, kami orang lapangan jadi selalu siap siaga," ungkap Aiptu Sueca.

Selain itu kata dia, ide menandu itu pun baru muncul saat tiba di lokasi.

"Sebelumnya gak ada bayangan seperti ini. Taunya seperti biasa. Tapi lihat medan sulit dengan kemiringan 60 derajat, mau gimana lagi? Apa yang pernah kami pelajari di lapangan harus diterapkan. Akhirnya terpakai juga ilmu lapangannya," katanya seraya tertawa.

Dalam perjalanan ke lokasi sebut Sueca, dirinya dan kawan-kawan menempuh tiga jam perjalanan dan satu jam lagi dari rumah ke ambulans yang disediakan di jalan raya.

"Medannya sulit, kami ke sana itu tiga jam. Lewati bukit dan lembah. Sejam lagi dari rumah Ni Luh Suriani ke ambulans itu. Total kami ada empat orang yang menandu dia. Jadi itu tandu jurus lapangan sudah keluar, pakai bambu sama sarungnya Ni Luh Suriani baru kami jalan," jelasnya.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help