Pernak-pernik Ramadan Mulai Diburu, dari Replika Ketupat hingga Bedug

Pernak-pernik Bulan Ramadan kini mulai diburu. Dalam waktu sepekan, pengrajin ini terima pesanan dari tujuh perusahaan

Pernak-pernik Ramadan Mulai Diburu, dari Replika Ketupat hingga Bedug
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Bahrul Ulum saat sedang memulas pernik ketupat di workshopnya, Jalan Raya Kuta, Badung, Senin (21/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pernak-pernik Bulan Ramadan kini mulai diburu.

Salah satu pengrajin yang menjual pernak-pernik Ramadan di Jalan Raya Kuta, Badung adalah Bahrul Ulum.

Dalam waktu sepekan, sekitar tujuh perusahaan sudah memesan pernak-pernik Ramadan kepada Bahrul.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut akan terus bertambah hingga menjelang Idul Fitri nanti.

Ia menceritakan, dirinya telah merintis usaha tersebut sejak 10 tahun silam.

Laki-laki asal Surabaya ini awalnya hanya iseng-iseng.

Ketika itu, Bahrul mulai coba-coba membuat pernak-pernik ketupat lalu digantung.

Ternyata dalam waktu 15 hari saja permintaan mulai berdatangan.

"Di Bali kan, orang jualan penjor saat Galungan. Saya berpikir, cocoknya buat apa ya? Lalu iseng-isenglah buat pernak-pernik Ramadan," kata Bahrul ketika ditemui Tribun Bali di workshopnya, Senin (21/5/2018).

Selain ketupat, Bahrul juga membuat replika bedug dari ukuran kecil hingga besar.

Termasuk juga lampion-lampion bernuansa Ramadan.

Dalam sehari, ia bisa mengerjakan 50 buah ketupat dan 7 buah bedug.

Bahannya terbuat dari spons sepatu yang kemudian dicat dengan air brush.

"Untuk bedug bisa bertahan sampai lima tahun, asalkan perawatannya benar," imbuhnya.(*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved