Terima Bantuan Kamen, Handuk dan Ternak Babi, Dua Lansia Bersaudara Ini Berjingkrak Sumringah

Kabar sukacita datang dari dua lansia Banjar Gambang, Desa Seraya Tengah, Karangasem, Bali, yang sempat viral beberapa waktu lalu

Terima Bantuan Kamen, Handuk dan Ternak Babi, Dua Lansia Bersaudara Ini Berjingkrak Sumringah
Istimewa
Perjalanan ke rumah kedua lansia dan pemberian perabotan rumah tangga oleh relawan Andy Karyasa dan kawan-kawan. Minggu (20/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar sukacita datang dari dua lansia Banjar Gambang, Desa Seraya Tengah, Karangasem, Bali, yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Fisik dan mental yang didera gangguan ditambah lagi ekonomi yang kurang beruntung, menarik empati banyak kalangan untuk membantu keduanya.

Ketika dikonfirmasi Tribun Bali, I Wayan Andy Karyasa mengaku sudah menyalurkan bantuan para donatur pada Wayan Rati dan Wayan Gari.

Kedua lansia tersebut telah menerima bantuan berupa kebutuhan rumah tangga dan perabot.

Kata Andy, saking senangnya mereka sampai berjingkrak sumringah.

"Adapun rinciannya (bantuan), peralatan dapur, sembako, rak piring, kasur, bantal, kamen yang diminta, handuk juga bibit ternak yakni 2 ekor babi. Saat diperlihatkan ternaknya, mereka jingkrak-jingkrak senang. Selain itu, kami juga menghadirkan tim kesehatan dari Bali Sari (Suwitri Wijana Kade) dalam bantuan kesehatan untuk dua lansia ini, dan beberapa lansia di Seraya Tengah,"jelas Andy.

Menurut Andy, ketika bantuan itu datang, keduanya memberikan respon sangat bahagia.

"Saya hampir meneteskan air mata melihat betapa senangnya mereka menerima kamen dan ternak babi itu. Dia 'sampai bilang, mana ternaknya?', ingin segera melihatnya," imbuh Andy haru.

Selain itu ungkap Andy, selain kamen, Wayan Rati sebenarnya juga menginginkan handuk tetapi lupa mengatakannya.

"Pas saya kasih kamen dia bilang, 'saya lupa saya juga ingin handuk', lalu kami pelan-pelan keluarkan (handuk) dan berikan kepadanya. Di situ reaksinya wuih.. luar biasa, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Karena bagi lansia yang saya tahu, handuk itu sesuatu yang luar biasa. Bukan untuk mandi tetapi buat ke pasar, untuk pakai di kepala, untuk di leher. Jadi banyak gunanya," ungkapnya.

Dari perjalanan itu sambung Andy, rutenya cukup sulit dan berbukit.

"Jalannya ternyata jauh, lewati sungai dan bebatuan, kondisi alamnya tampak kering. Kalau cepat bisa 15 menit kalau lambat bisa 25 menit. Memang agak berat karena rumahnya terpencil," pungkasnya.

Andy mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan Agus Windha dan Bagoes Edhy Saputra serta tetangga sekitar yang telah membantu, juga para donatur. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help