Ada Apa Dengan Gunung Merapi Yang Kini Terus Bergejolak?

Berkaca pada letusan sebelum tahun 2010, yaitu tahun 1872 dan 1930, letusan freatik terjadi sebelum fase magmatik.

Ada Apa Dengan Gunung Merapi Yang Kini Terus Bergejolak?
Ist
Merapi dari Pos Balerante, Jumat (11/8/2018) pagi 

TRIBUN-BALI.COM - Erupsi susulan terjadi pada Selasa (22/5/2018) pukul 01.47 WIB, di mana tinggi kolom asap mencapai 3500 meter, condong ke arah barat, dengan durasi 3 menit.

Senin (21/5/2018) telah terjadi tiga kali letusan freatik, dan peningkatan status dari normal ke waspada per pukul 23.00 WIB.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan Gunung Merapi?

Kepala Seksi Gunung Merapi, Agus Budi Santoso menyampaikan secara teknis apa yang sedang terjadi di dalam Gunung Merapi, melalui siaran langsung di Twitter resmi @BPPTKG, Senin (21/5/2018) sekitar pukul 23.25 WIB.

Data seismik yang tampak di layar pantau BPPTKG, menunjukkan adanya aktivitas gempa vulkanik.

Menurut Budi, gempa vulkanik yang terjadi di Gunung Merapi kemungkinan karena adanya tekanan yang cukup tinggi, setelah letusan freatik.

"Karena melebihi dari tekanan litostatik batuan, jadi batuannya patah. Kemudian terjadi getaran, semacam gempa tektonik. Namun karena terjadi di gunung api, maka disebut volcano tectonic," jelasnya.

Setelah gempa vulkanik terjadi Senin (21/5/2018), lalu diikuti gempa tremor.

Gempa ini terkait dengan dinamika fluida yang ada di dalam, artinya ada dinamika yang meningkat dari biasanya, sebelum letusan freatik terakhir.

Apa penyebab peningkatan tekanan di Gunung Merapi?

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved