Tren Rupiah Melemah, Bila Dibandingkan Dengan Yang Terjadi 20 Tahun Lalu, Ini Perbedaannya

Menilik ke belakang, pada krisis 20 tahun silam, nilai tukar rupiah pernah melemah sampai 600% dalam kurun waktu kurang dari satu tahun

Tren Rupiah Melemah, Bila Dibandingkan Dengan Yang Terjadi 20 Tahun Lalu, Ini Perbedaannya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi uang rupiah 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi krisis moneter 20 tahun yang lalu.

“Kami sudah lihat bahwa kondisi 20 tahun yang lalu, saat itu kondisi Indonesia beda sekali dengan yang sekarang, lihat dari cadangan devisa, lihat dari bahwa sekarang sudah ada perbankan yang sehat, yang punya permodalan 22% lebih, NPL di bawah 3%,” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan (Kemkeu), Senin (21/5) malam.

 “Kami juga lihat sudah ada lembaga penjamin simpanan (LPS) yang menjamin deposit,” lanjutnya.

Secara umum, Agus mengatakan, indikator ekonomi Indonesia juga masih baik. Dengan demikian kondisi kini tak bisa dibandingkan dengan masa lalu.

“Jadi, kalau seandainya mau dibandingkan dengan kondisi 10-20 tahun yang lalu, kondisi kita sekarang baik dan tidak perlu dikhawatirkan,” katanya.

Asal tahu saja, pelemahan rupiah sudah terjadi sepekan terakhir.

Senin (14/5) lalu, rupiah masih berada di Rp 13.965 per dollar AS. Namun, keesokan harinya bergerak menembus Rp 14.000 per dollar AS hingga kemarin menyentuh Rp 14.200.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo juga mengatakan, tidak ada faktor domestik apapun yang membuat rupiah melemah.

Sentimen di dalam negeri menurut Dody, cenderung netral. “Berita positifnya juga tidak ada. Jadi netral.

Di semua emerging market juga tunjukkan arah netral di domestiknya,” katanya.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help