Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu dan Duafa, ICMI Ingin Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) turut hadir untuk memeriahkan acara Buka Puasa di Aula Kampus Stikom Bali

Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu dan Duafa, ICMI Ingin Tingkatkan Kepedulian Kepada Sesama
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Ketua ICMI Bali, Hajjah Farida Hanum Ritonga berfoto bersama dengan anak-anak yatim piatu dalam acara buka bersama, di Aula Kampus Stikom Bali, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) turut hadir untuk memeriahkan acara Buka Puasa di Aula Kampus Stikom Bali, Selasa (22/5/2018).

Dalam kesempatan itu, ICMI serta Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI), Pesantren Digital Indonesia, Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mengadakan kegiatan Buka Puasa dengan tema 'Berbagi Bersama Anak Yatim dan Duafa', yang bertempat di Aula Kampus STIKOM, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali.

Hajjah Farida Hanum Ritonga (59) selaku Penyelenggara acara dan Ketua ICMI Provinsi Bali mengatakan, selain untuk kepedulian sesama juga ingin berbagi ilmu agama.

"Tujuan kami mengadakan ini untuk mengasah kepedulian sesama, kami juga ingin berbagi ilmu agama dengan menghadirkan narasumber, masalah yang dibicarakan mulai dari kepedulian mereka tentang islam hingga syariah yang harus dijalankan. Harapannya, kelak mereka bisa menjadi generasi muda yang tangguh," ujarnya.

Acara ini juga bertujuan untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap bangsa dan negara melalui pembinaan yang benar, agar tujuan tersebut dapat tercapai secara maksimal.

Di sisi lain ICMI memberikan wadah bagi generasi muda untuk menjadi lebih baik lewat ICMI Muda Orsat Stikom.

Bersama Stikom Bali, ICMI memberikan beasiswa bagi anak muda dari keluarga tidak mampu untuk belajar dan kuliah di Stikom Bali.

"Jadi, mereka itu dari keluarga tidak mampu. Jangan sampai kekurangan itu menghambat cita-cita mereka. Kami memang membina keilmuan mereka secara reguler, tetapi kami juga membina imtaknya supaya memiliki moral yang lebih mulia. Harapannya mereka bisa menjadi generasi muda dan pemimpin selanjutnya yang amanah," tambahnya.

Pembinaan dilakukan dengan kegiatan kuliah subuh berjamaah dan pencerahan selama satu jam dengan pelatihan.

Para pakar, tokoh, narasumber yang mumpuni sengaja didatangkan saat kuliah subuh untuk menambah wawasan mereka tentang islam.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved