Puasa Bisa Jadi Sarana Detoksifikasi Tubuh, Lakukan Ini Ketika Sahur

Berkurangnya asupan nutrisi ke dalam tubuh saat berpuasa ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh

Puasa Bisa Jadi Sarana Detoksifikasi Tubuh, Lakukan Ini Ketika Sahur
Pixabay

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eurazmy

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berkurangnya asupan nutrisi ke dalam tubuh saat berpuasa ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Satu diantara manfaat puasa itu adalah menetralkan atau melepas racun yang ada dalam tubuh yang sering disebut detoksifikasi.

Dokter spesialis gizi klinik RSUP Sanglah, dr. Ni Ketut Sumartini mengakui pandangan sejumlah ahli medis tentang ini.

Dikatakan Sumartini, kondisi tubuh saat berpuasa merupakan saat dimana organ-organ pencernaan kita diberi waktu untuk beristirahat.

"Artinya, mekanisme metabolisme tubuh orang puasa yang semula bekerja lebih aktif, kini bisa memiliki waktu istirahat dan mengelola zat-zat gizi secara sempurna, sekaligus melepas racun (detoks) yang ada dalam tubuh," ungkapnya kepada Tribun Bali saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Secara teknis, lanjut Sumartini, organ pencernaan usus mulai berhenti bekerja sekitar 8 jam usai terakhir mengonsumsi makanan yakni pada jam sahur.

Setelah itu, maka produksi energi akan mengambil zat glukosa atau gula darah yang tersimpan di organ lain seperti hati atau otot.

"Jadi, ketika nutrisi makanan pada usus habis, kita masih ada cadangan energi dari gula darah dan lemak," jelasnya.

Pada tahapan pembakaran dan penguraian lemak menjadi gula darah dan energi inilah, sekaligus terjadi proses detoksifikasi.

"Organ pencernaan kita sekaligus mengeluarkan enzim pada lemak yang mengandung banyak racun di tubuh," terangnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk mengatur pola asupan nutrisi gizi pada saat makan sahur.

Sumartini menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks berserat tinggi saat sahur.

Misalnya sahur dengan nasi merah, roti gandum serta dilengkapi dengan makanan mengandung protein dan lemak seperti ikan, daging, sayur dan buah.

"Agar produksi gula darah menjadi banyak dan tidak merasa lesu serta lemas saat berpuasa," tandasnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved