BI Disarankan Naikkan Kembali Suku Bunga Acuan Demi Menahan Laju Dolar

Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas terus melajunya dolar dan menekan rupiah hingga naik di atas Rp 14.000.

BI Disarankan Naikkan Kembali Suku Bunga Acuan Demi Menahan Laju Dolar
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bank Indonesia akhirnya menaikkan suku bunga acuan, BI 7 Days Reverse Repo Rate 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas terus melajunya dolar dan menekan rupiah hingga naik di atas Rp 14.000.

“Ini merupakan strategi kami untuk menahan gejolak nilai tukar sehingga suku bunga bisa bersaing, dan dana yang ada di Indonesia tidak keluar,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, kepada Tribun Bali, Rabu (23/5).

Lanjutnya, masih ada beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk stabilisasi nilai tukar.

“Yang jelas BI selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” imbuhnya.

Walau demikian, Cik sapaan akrabnya, berharap semua leading sektor yang berkaitan, termasuk pemerintah ikut membantu BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ini.

“Jadi dibarengi beberapa aksi di sektor riil seperti mendorong ekspor, mencari substansi impor, menjaga kondusivitas iklim investasi, sehingga akan membantu neraca pembayaran RI,” sebutnya.

Pihaknya yakin semua bisa dikendalikan karena sebelumnya telah ada pengalaman dolar sempat naik cukup tinggi.

Apalagi didukung kondisi makroekonomi lebih baik dibanding akhir 90an, seperti cadangan devisa dan inflasi.

“Nah makanya sekarang ekspor digenjot dan mengurangi impor atau mengganti impor dengan barang lokal (substitusi). Misal dengan memakai barang lokal sehingga tidak memberatkan neraca perdagangan RI,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help