Gamelan Kebyar Baru Salukat bersama Dewa Alit di Bentara Budaya Bali Malam Ini

Dewa Alit lahir tahun 1973 dan telah bergelut dengan gamelan Bali sejak remaja.

Gamelan Kebyar Baru Salukat bersama Dewa Alit di Bentara Budaya Bali Malam Ini
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jumat (25/5/2018) pukul 19.00 Wita, bertempat di Bentara Budaya Bali, Jalan Baypass Prof IB Mantra No. 88 A Ketewel akan dipentaskan Gamelan Kebyar Baru Salukat bersama Dewa Alit.

Dewa Alit lahir tahun 1973 dan telah bergelut dengan gamelan Bali sejak remaja.

Karyanya “Geregel” (2000) sangat berpengaruh baik di Bali maupun di luar negeri, menjadi bahan analisis 50 halaman pada “ The Perspectives on New Music”.

Ia kerap diundang untuk mengajar dan membuat komposisi gamelan Bali di luar negeri. Di antaranya komposisi “Semara Wisaya” yang ditulis untuk kelompok gamelan yang berbasis di Boston, Galak Tika di Massachusetts Institute of Technology, dan ditampilkan di New York Carnegie pada tahun 2004; “Pelog Slendro” ditampilkan di Bang on a Can Marathon (Juni 2006). 

Dia juga menulis musik untuk ensambel non-gamelan seperti MIT’s Gamelan Electrika dan Talujon Percussion, USA. Komposisi berjudul “Open My Door” ditulisnya tahun 2014 untuk Ensemble Modern dari Frankfurt, Jerman.

Pentas Gamelan Salukat bersama komposer Dewa Alit ini akan mencoba membaca fenomena Kebyar sekaligus menawarkan sebentuk komposisi Kebyar Baru. 

Akan ditampilkan sejumlah komposisi, antara lain Kedituan (new music for gamelan), Land Is Talking (music for ricikan and gong), GeringSing (tari baru model palegongan klasik, koreografer Dayu Arya Satyani) dan Somewhere There (music for piano/ carillon and gamelan kebyar). 

Sebagai pianis akan tampil Tomoko Nishizawa.

Dewa Alit mendirikan grup Gamelan Salukat pada 2007, yang mengkhususkan diri dalam memainkan komposisi-komposisi terkini ciptaannya dan telah melakukan tur ke USA dengan Bang on the Can, USA dalam produksi opera baru Evan Ziporyn “A House in Bali” pada tahun 2009 dan 2010. 

Gamelan Salukat diciptakan oleh Dewa Alit, dengan penamaan yang mengacu pada akar kata ‘Salu” yang berarti rumah dan “Kat” yang menandakan regenerasi atau kelahiran kembali.

Sehingga Salukat ini merefleksikan satu pemaknaan perihal kelahiran kreativitas baru yang tetap berakar pada kekayaan tradisi. 

Gamelan Salukat ini terdiri dari 7 nada gamelan yang berakar dari spirit ansamble gamelan Bali kuno seperti Selonding, Gambang, Gong Luang dan Semara Pagulingan. 

Penasaran dengan Gamelan Salukat Tersebut? Yuk tonton nanti di Bentara Budaya Bali. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help