Pasien Diabetes Masih Boleh Puasa, Tapi Perhatikan Saran Dokter Ini

Namun, anda harus terlebih dahulu diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dokter Endokrin anda sejak jauh-jauh hari.

Pasien Diabetes Masih Boleh Puasa, Tapi Perhatikan Saran Dokter Ini
Tribun Jabar
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eurazmy

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski memiliki resiko tertentu, bagi anda penderita diabetes masih dibolehkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Namun, anda harus terlebih dahulu diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dokter Endokrin anda sejak jauh-jauh hari.

Dokter Spesialis Gizi Klinis RSUP Sanglah, dr. Ni Ketut Sumartini mengatakan, konsultasi pasien ini amat penting mengingat kestabilan kadar gula darah dalam tubuh perlu diperhatikan.

"Karena memang kadar gula darahnya kan tidak terkontrol, jadi memang harus diatur. Mulai pengaturan pemberian obat anti diabet hingga pemberian insulin agar kadar gula darah tidak terganggu dan terjadi resiko yang tidak diinginkan," ungkapnya kepada Tribun Bali, Kamis (24/5).

Ia melanjutkan, pembolehan berpuasa bagi para penderita diabetes juga tidak berlaku buat semuanya.

Pasien yang diperbolehkan berpuasa hanya bagi para penderita diabetes terkontrol, HbA1c normal dengan pengaturan diet saja atau obat minum dosis tunggal.

"Selain itu juga perlu pengawasan lebih ketat pada diabetesi dengan insulin, tetapi bila ada terjadi gejala hipoglikemia (gula darah rendah), disarankan puasa segera dihentikan," imbuhnya.

Sementara, pasien yang tidak dianjurkan untuk berpuasa meliputi pengguna insulin dosis multiple termasuk diabetes tipe 1 hingga penderita diabetes dengan komplikasi akut.

"Selain itu juga bagi penyandang diabetes yang sedang hamil dan juga memiliki kerusakan organ yang berat juga direkomendasikan untuk tidak berpuasa," tukasnya.

Meski dibolehkan berpuasa, bukan berarti tidak ada resiko.

Adapun resiko bagi penderita diabetes yang menunaikan ibadah puasa adalah terjadi gangguan kestabilan gula darah.

"Resikonya adalah terjadi Hipoglikemia (gula darah dibawah normal), Hiperglikemia (gula darah diatas normal), dan juga gejala dehidrasi," tandasnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help