Pernah Diancam Dibunuh Hingga Disantet Saat Tangani Kasus Besar, Begini Kisah Mantan Hakim MA Ini

Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Artidjo Alkostar, mengaku menerima sederet ancaman saat bertugas sebagai hakim.

Pernah Diancam Dibunuh Hingga Disantet Saat Tangani Kasus Besar, Begini Kisah Mantan Hakim MA Ini
SERAMBI/M ANSHAR
Hakim Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar berbicara di hadapan wartawan di sela sela kunjungan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (2/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Artidjo Alkostar, mengaku menerima sederet ancaman saat bertugas sebagai hakim.

Bahkan, ancaman itu diterimanya saat masih menjadi pengacara.

 
Hal itu terjadi, kata Artidjo, saat membela kasus Santa Cruz di Dili, Timor Timur--sekarang Timor Leste.

Dia mengaku hampir dibunuh oleh seseorang yang berpakaian seperti ninja.

"Pernah mau dibunuh saya jam 12 malam. Tapi, Allah melindungi saya yang didatangi oleh ninja itu, ninja tahulah di Timtim itu siapa ninja," ujar Artidjo saat sesi wawancara dengan awak media di media center Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).

Lebih lanjut, pria 70 tahun ini bercerita kalau ancaman dan serangan ninja itu salah sasaran. Justru menyasar ke asisten Artidjo.

Ancaman pembunuhan juga diterimanya saat membela kasus penembakan misterius di Yogyakarta.

Saat itu dirinya sebagai pengacara di LBH Yogyakarta

"Saya pernah diancam, Artidjo kamu jangan sok pahlawan. Penembak misterius datang ke tempat tidur kamu," kata Artidjo menirukan peristiwa saat itu.

Bahkan, hakim yang ditakuti para koruptor ini mengaku pernah menjadi sasaran santen saat menjadi hakim agung.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help