APJII Ingin Penetrasi Internet Merata

Apalagi saat ini seluruh komunikasi yang bersifat tradisional atau analog, mulai beralih ke sistem IP Based.

APJII Ingin Penetrasi Internet Merata
Tribun Bali/Rino Gale
Tedi Supriadi mengungkapkan pentingnya internet bagi perekonomian Indonesia, di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Badung, Minggu (6/5). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penggunaan internet kini sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari dan terus berkembang pesat.

Selain dari jumlah pengguna yang terus bertambah, layanan yang diberikan pun semakin bervariasi dan menggeser teknologi konvensional.

Dewan pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) telah meletakkan berbagai fondasi penting dalam pengembangan industri internet di Indonesia, di antaranya melalui penetapan tarif jasa internet, pembentukan Indonesia-Network Information Center (ID-NIC), pembentukan Indonesia Internet Exchange, negosiasi tarif infrastruktur jasa telekomunikasi, dan pembuatan usulan jumlah dan jenis provider Penyedia Jasa Internet (Internet Service Provider).

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga di Dewan Pengurus APJII, Tedi Supardi Muslih, yang saat ini juga mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum APJII periode 2018-2021, menjelaskan APJII mempunyai fungsi strategis dalam kancah global karena asosiasi ini telah didaulat oleh badan Internet Dunia Asia Pacific Network Information Center (APNIC).

APJII menyediakan layanan alokasi dan pendaftaran Internet Resources dengan tujuan memungkinkan komunikasi melalui open system network protocols.

Tedi menjelaskan, Penomoran IP merupakan bagian dari sebuah sistem komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam komunikasi internet dunia.

Apalagi saat ini seluruh komunikasi yang bersifat tradisional atau analog, mulai beralih ke sistem IP Based.

"Akibatnya komunikasi video conference, telepon, transaksi bisnis, update informasi/berita, pelacakan lokasi, dan lain-lain kini mudah dan murah dilakukan, berkat adanya platform internet," ungkap Tedi, yang merupakan pemilik dan pendiri PC24 Group,  bisnis grup yang bergerak di bidang komputer IT solution.

Untuk memudahkan pengelolaan informasi jaringan nasional, APJII menginisiasi Indonesia Network Information Center (ID-NIC) yang mempunyai fungsi dan peran dalam penyediaan informasi jaringan di Indonesia, sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri maupun untuk kepentingan masyarakat Internasional.

Tidak hanya itu, APJII juga berperan penting dalam pengadaan interkonektivitas dan telah membangun mekanisme operasional, teknis dan administratif untuk menjamin distribusi internet resources bagi anggotanya.

Di lain sisi APJII telah memperluas keanggotannya karena di luar ISP, ada lebih dari 1.000 perusahaan lainnya yang berkepentingan terhadap industri ini juga menjadi anggota, misalnya perusahaan penyedia teknologi.

Tedi menjelaskan, pertumbuhan pengguna internet ke depannya akan semakin lebih baik karena masih berlangsungnya realisasi mega proyek pemerintah Palapa Ring. Proyek tersebut menjadi harapan APJII agar penetrasi internet semakin merata di seluruh daerah.

"Hal ini diharapkan bisa memperbesar jenis layanan yang disediakan oleh teknologi ini untuk masyarakat luas" ungkapnya di Hotel Inaya Putri Nusa Dua Bali Minggu (6/5).

Lanjutnya, begitu besarnya peran industri internet ini, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memproyeksikan pada 2020, ekonomi digital di Indonesia bisa tumbuh mencapai 130 miliar dollar AS atau Rp 1.700 triliun (kurs Rp 13.333 per dollar AS). Angka ini setara dengan 20 persen dari estimasi total PDB (produk domestik bruto) Indonesia.

Tahun 2017 sebesar menurut perhitungan pemerintah, ekonomi digital di Indonesia berkontribusi sebesar 75 miliar dollar AS atau Rp 1.000 triliun. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help