Beraksi di Pasar Kintamani, Wanita Ini Hanya Sisakan Rp 6 Ribu di Dompet Korbannya

Wanita berusia 32 tahun tersebut kedapatan memasukkan dompet milik seseorang, dengan cara ikut berdesak-desakan bersama konsumen lain

Beraksi di Pasar Kintamani, Wanita Ini Hanya Sisakan Rp 6 Ribu di Dompet Korbannya
Istimewa
Karniwati saat menjalani pemeriksaan di Polsek Kintamani, Sabtu (26/5) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Mau tidak mau, Karniwati, wanita asal Dasan Bunut, Dusun Seganteng, Kelurahan Rarang Selatan, Kecamatan Tekara Lombok Timur itu, kini wajib berurusan dengan Polisi.

Wanita berusia 32 tahun tersebut kedapatan memasukkan dompet milik seseorang, dengan cara ikut berdesak-desakan bersama konsumen lain, saat berada di pasar Singamadawa Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Putu Gunawan, Minggu (27/5) membenarkan jika pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian (copet) di Pasar Singamandawa, Kintamani Sabtu (26/5).

Kata dia, sebelumnya sempat dua kali terdapat laporan tentang kehilangan di pasar Singamandawa, dan tentu membuat keresahan di kalangan masyarakat.

Hanya saja, berdasarkan laporan kehilangan sebelumnya, tidak mampu membuktikan apakah korban benar-benar dicopet.

“Sebelum-sebelumnya ada kejadian kehilangan, tapi tidak mampu dibuktikan apakah hilang karena dicopet atau tidak? Karena tidak ada bukti, seperti tas yang bersangkutan robek dan barangnya hilang, maupun ada yang mengambil tas dan yang berangkutan lari, baru bisa diindikasikan hilang karena dicopet. Sebab itu, kejadian sebelumnya hanya dianggap sebagai kehilangan,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Kompol Gunawan, meski dianggap sebagai kehilangan, pihaknya dari Polsek Kintamani tetap menyebar sejumlah tim buser, untuk melakukan pemantauan di Pasar Singamandawa, Kintamani.

Hingga akhirnya, pada hari Sabtu (26/5), salah seorang saksi atas nama Sang Made Suardana melihat pelaku mamasukkan sebuah dompet warna merah, kedalam tas kresek warna putih yang dijinjingnya saat berdesak-desakan dengan masyarakat lain.

Melihat hal tersebut, saksi langsung mendatangi petugas yang berjaga, untuk selanjutnya mendatangi pelaku, dan menanyai secara langsung. Hanya saja, Karniwati tidak mengakui.

“Oleh petugas, tas kresek yang dibawa pelaku langsung dibuka. Benar saja, disana terdapat dompet merah milik Ni Putu Sukuruni. Namun hanya tersisa uang senilai Rp. 6 ribu, dari total keseluruhan Rp. 1.150.000,” sebutnya.

Lanjut Kompol Gunawan, sebelum digeledah petugas, Karniwati sempat memberikan setengah hasil copetannya, pada seorang pria bernama Marzuki, yang masih merupakan kerabatnya. Dia (Marzuki), bertugas mengantar Karniwati, serta menjaga keadaan sekitar.

“Pelaku mengaku baru pertama kali mencopet. Dan untuk menjawab apakah pelaku merupakan orang yang diduga membuat keresahan di Pasar Singamandawa, kami juga sudah sempat melakukan pengecekan di kamar kos miliknya, yakni di wilayah Tegalalang, Gianyar. Namun tidak ditemukan barang bukti apapun,” jelasnya.

Lantaran tidak ditemukan barang bukti, kata Kompol Gunawan, sesuai peraturan mahkamah agung RI nomor : 02 tahun 2012 tentang penyusuaian batasan tindak pidana ringan dan jumlah denda dalam KUHP. Apabila nilai barang atau uang tersebut bernilai kurang dari Rp. 2.500.000, pelaku hanya disangkakan pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan, dengan pidana penjara selama lamanya tiga bulan. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help