Dua Siswa SMP di Buleleng Tak Lulus Ujian, Kepala Sekolah Beberkan Penyebabnya

Pengumuman kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng, Senin (28/5), tidak disambut gembira oleh seluruh siswanya.

Dua Siswa SMP di Buleleng Tak Lulus Ujian, Kepala Sekolah Beberkan Penyebabnya
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Kota Denpasar merayakan kelulusan dengan corat-coret seragam dan menggelar konvoi kelulusan, Senin (28/5) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pengumuman kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng, Senin (28/5), tidak disambut gembira oleh seluruh siswanya.

Dari 11.832 peserta yang mengikuti ujian, dua di antaranya dinyatakan tidak lulus. Mereka adalah Gede Arya Suaryama siswa asal SMP Negeri 1 Tejakula, serta Kadek Yoga Maha Sila siswa asal SMP Ayodya Pura.

Kepala SMP Negeri 1 Tejakula, Made Winangul, ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon seluler mengatakan, Gede Arya Suaryama terpaksa tidak diluluskan lantaran nilai sikap yang kurang. Siswa tersebut tercatat sering bolos sekolah.

Pihak sekolah sudah berusaha memberikan teguran hingga beberapa kali, seperti memanggil orangtua Gede Arya Suaryama. Namun, usaha tersebut gagal.

"Kami sudah beberapa kali memanggil orangtuanya, namun orangtuanya hanya satu kali datang ke sekolah. Dia (Gede Arya Suaryama, red) juga jarang masuk ke sekolah sejak duduk di bangku kelas VII," terangnya, kemarin.

Di samping itu, Gede Arya juga tercatat tidak mengikuti ulangan tengah semester (UTS), serta ujian praktek olahraga yang digelar oleh pihak sekolah. Atas dasar tersebut, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk tidak meluluskan siswa tersebut.

"Kriteria kelulusan kan harus menyelesaikan seluruh pembelajaran dari semester satu sampai enam, dan nilai sikap. Nyatanya siswa kami ini nilai sikapnya juga kurang, atas hasil rapat akhirnya kami memutuskan untuk tidak meluluskan siswa tersebut," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, untuk siswa atas nama Kadek Yoga Maha Sila, asal SMP Ayodya Pura, terpaksa tidak diluluskan oleh dewan guru lantaran  tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Kalau tidak ikut ujian nasional tentu tidak bisa dikalkulasi nilainya," ungkapnya.

Penentuan kelulusan sebut Suyasa memang menjadi kewenangan dewan guru. Penilaianya dilihat dari total antara nilai sekolah dengan nilai ujian nasional, termasuk nilai USBN dan nilai US.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved