Beda Dari Yang Lain, Perayaan Galungan di Tenganan Tak Ada Penjor, Janur Bahkan Canang

Suasana di Desa Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis,, Karangasem, Bali, terlihat berbeda

Beda Dari Yang Lain, Perayaan Galungan di Tenganan Tak Ada Penjor, Janur Bahkan Canang
Tribun Bali / Saiful Rohim
Krama Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, tampak kumpul di Bale Desa Adat Tenganan, Rabu (30/5). Krama kemudian makan bersama usai haturkan Banten Uduan. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Suasana di Desa Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis,, Karangasem, Bali, terlihat berbeda dengan desa-desa lainnya di Karangasem dalam perayaan Hari Raya Galungan, Rabu (30/5/2018).

Penjor yang menjadi ciri khas Hari Raya Galungan tidak tampak di sekitar desa baliaga itu.

Janur, dupa, dan kembang tidak terlihat pula.

Canang yang biasanya sebagai sarana untuk sembahyang tak ada sama sekali.

Kegiatan warga Tenganan pada hari Galungan tak jauh beda dari hari biasa.

Usai menggelar sembahyang ke pura, warga kembali beraktivitas seperti biasa.

Ada yang langsung bekerja sebagai pembuat lontar, ada yang berjualan, dan ada pula yang mempersiapkan bahan untuk ngusaba sambah.

Klian Pertama Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Wayan Sudiastika mengungkapkan, perayaan Galungan di Tenganan memang berbeda dari perayaan di daerah-daerah lain di Kabupaten Karangasem.

Dari prosesi hingga sarana upacara berbeda.

"Kita tetap menggelar perayaan Galungan. Filosofinya juga sama, yakni merayakan kemenangan dharma," kata Wayan Sudiastika saat ditemui di Desa Tenganan Pegeringsingan.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help