Ratusan Wisatawan Ikut Serta Pelepasan 400 Tukik di Pantai Kuta

Ratusan wisatawan beserta anak-anak tampak mengular di depan gedung Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center Desa Adat Kuta

Ratusan Wisatawan Ikut Serta Pelepasan 400 Tukik di Pantai Kuta
Tribun Bali/Rino Gale
Ratusan Wisatawan ikut serta dalam perilisan 400 Tukik, di Pantai Kuta, Kamis (31/5/2018) pukul 16.30 Wita. 

Laporan Waetawan Tribun Bali,  Rino gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ratusan wisatawan beserta anak-anak tampak mengular di depan gedung Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC) Desa Adat Kuta, Jumat sore (31/5/2018), untuk ikut serta dalam perilisan 400 tukik secara gratis.

Aktivitas pelepasan tukik di Pantai Kuta rutin dilakukan ketika ada telur penyu yang menetes.

Koordinator KBSTCC, I Gusti Ngurah “Mr. Turtle” Tresna menjelaskan, aktivitas itu sudah dilakukan sejak 17 tahun yang lalu.

Hal itu juga sebagai respon Desa Adat Kuta terhadap maraknya pembantaian penyu di Badung Selatan pada masa lalu.

“Kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak merupakan tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pelepasan tukik ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus untuk memberi citra baik terhadap pariwisata Bali,” ujar Mr. Turtle.

Terlihat ratusan Wisatawan mengantri mengambil tiket dan kemudian ditukarkan untuk mendapat mangkuk berisi tukik.

Karena jumlah wisatawan sering membeludak, pihak KBSTCC memprioritaskan anak-anak sebagai bentuk edukasi sejak dini.

Lanjutnya, untuk bisa ikut melepas tukik ini, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis, karena aktivitas ini non-provit oriented.

"Tetapi bagi wisatawan yang ingin berdonasi sudah kami sediakan kotak donasi, dan uang yang terkumpul digunakan untuk biaya operasional. Ya itu bentuk solidaritas dari mereka," ujarnya.

Sekitar pukul 16.30 Wita, dengan membawa mangkuk berisi tukik, para wisatawan beriringan menuju bibir Pantai Kuta.

Setelah semuanya berjejer, Mr. Turtle memberi aba-aba untuk melepas tukik.

Barisan tukik merayap di atas pasir, lalu tersapu ombak.

Sebelum matahari terbenam, tukik-tukik mungil itu sudah siap melanjutkan kehidupannya di lautan luas.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help