Hilang 20 Hari, Nyoman Darna Ditemukan Pemburu di Hutan dalam Kondisi Mengenaskan

Setelah 20 hari meninggalkan rumah, I Nyoman Darna (32) seorang warga Banjar Tiyingan, Petang, Badung, akhirnya ditemukan

Hilang 20 Hari, Nyoman Darna Ditemukan Pemburu di Hutan dalam Kondisi Mengenaskan
Istimewa
Pihak Kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap penemuan jenazah di dalam hutan yang termasuk wilayah Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (1/6). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Setelah 20 hari meninggalkan rumah, I Nyoman Darna (32) seorang warga Banjar Tiyingan, Petang, Badung, akhirnya ditemukan oleh seorang warga yang sedang berburu di dalam hutan yang termasuk wilayah Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (31/5) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita dan kemudian dilaporkan pada Jumat (1/6/2018).

Menurut informasi, kondisi jenazah sudah dalam keadaan mengering dan wajah korban hanya terlihat tengkorak atau tulangnya saja.

Baca: Jasad Nyoman Darna Ditemukan di Dalam Hutan di Baturiti, Mengering dan Jadi Tengkorak

Sementara penyebab kematian korban diduga meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Iya ada warga yang sedang berburu di hutan tidak sengaja melihat mayat dalam keadaan tergantung di pohon. Diduga meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Kapolsek Baturiti, Kompol I Nengah Sumadi, Jumat (1/6).

Kompol Sumadi menuturkan, jenazah ditemukan oleh warga yang berburu di dalam hutan.

Kondisinya pun sudah dalam keadaan mengering dan wajah korban hanya terlihat tengkorak atau tulangnya saja.

Setelah melihat dan memastikan bahwa itu adalah mayat kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Setelah menerima laporan kami langsung melakukan pengecekan ke TKP, dan mendapatkan informasi bahwa ada warga dari Banjar Tiyingan, Petang, Badung yang melaporkan ada warganya yang sudah meninggalkan rumah sekitar 20 hari,” tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Petang, Badung, dan melibatkan warga Banjar Tiyingan yang melapor kehilangan kerabatnya untuk melakukan pengecekan ke TKP.

Dan setelah dilakukan pengecekan bersama, jenazah tersebut memang benar warga Banjar Tiyingan, Petang, Badung.

“Jenazah yang ditemukan memang benar sempat dilaporkan hilang, dan diperkuat dengan bukti dari ciri-ciri fisik korban berupa benjolan di dahi sebelah kiri, pakaian, dan barang bawaan yang ditemukan di TKP,” terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah, kata dia, sudah dipastikan korban meninggal karena gantung diri dengan menggunakan selendang warna orange dan kondisi jenazah sudah dalam keadaan mengering dan wajah korban hanya terlihat tengkorak/tulang.

“Dipastikan meninggal karena bunuh diri, dan atas permintaan dari pihak keluarga, tidak lagi mempermasalahkan dan bersedia dibuatkan surat pernyataan,” tandasnya. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help