Made Kumara Terkejut, Suara 3 Anjing Peliharaannya Terdengar Aneh Lalu Mulut Keluarkan Busa

Peristiwa matinya anjing secara misterius akhir-akhir ini marak terjadi.

Made Kumara Terkejut, Suara 3 Anjing Peliharaannya Terdengar Aneh Lalu Mulut Keluarkan Busa
Istimewa
Tiga anjing Pino, Pina dan Pine milik Harry Kumara yang mati karena keracunan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peristiwa matinya anjing secara misterius akhir-akhir ini marak terjadi. Diduga anjing-anjing tersebut mati karena memakan makanan yang telah diracun.

Peristiwa-peristiwa seperti ini bahkan pernah memergoki pelakunya hingga ditangkap oleh warga. Hingga peristiwa penemuan anjing yang tiba-tiba mati sering dijumpai.

Pagi tadi peristiwa naas itu kembali terjadi di Jalan Trijata, Denpasar sekitar pukul 04.30 Wita.

Dari akun instagram harrykumara13 yang direpost oleh Infobadung, jadi perbincangan hangat di kalangan netizen.

Gusti Ngurah Made Harry Kumara pemilik ketiga anjing yang mati tersebut saat dikonfirmasi tribun-bali.com Sabtu (2/6/2018) membenarkan kejadian tersebut.

Kata dia anjingnya diracuni oleh oleh orang tak dikenal yang melemparkan makanan masuk ke halaman rumahnya.

"Iya bli, saya yakin ini diracuni karena ada busa yang keluar dari mulut Pino, Pina dan Pine. Pas saya cari-cari makanan yang dilemparkan itu saya dapat. Dalamnya ada daging babi dicampur potas." kata Made Harry berkisah.

Kronologinya lanjut Made saat ia pulang kerja dan bersiap untuk tidur namun ia mendengar suara Pina, Pino dan Pine berbeda dari biasanya.

"Pas pulang kerja sekitar setengah lima saya dengar suara anjing saya seperti meraung kesakitan dan suaranya beda gitu. Itu pas prepare tidur, kok kedengarannya beda. Akhirnya coba ta samperin ternyata keliatan ketiganya diracuni. Nah pas itu saya liat juga dua orang tidak pakai helm mondar-mandir mau ngambil, pas saya keluar keduanya ngebut." kata Harry menceritakan.

Selain itu ungkap Harry selama ini di daerahnya tidak ada kasus seperti yang dialami.

"Baru saja ini terjadi sebelumnya tidak pernah. Soalnya kan dekat juga dengan Polda. Itu dah. Saya juga tidak menyangka," ungkapnya.

Sementara dari keterangan dari Polsek Denpasar Timur Kompol Adnan Pandibu saat dikonfirmasi tribun-bali.com mengutarakan kalau pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut.

"Belum dengar juga kejadian itu, belum ada laporan juga. Kami belum bisa berbicara kalau tidak ada laporan yang diterima." ucap Adnan.

Selama ini, ujar Adnan pihaknya juga belum pernah menerima laporan yang seperti itu.

"Selama saya di sini (Polsek Dentim) belum pernah ada laporan terkait kasus pengracun anjing," ujarnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help