PLN Dekati Sulinggih, PHDI Bali Tegaskan Tolak Proyek Jawa Bali Crossing Sesuai Bhisama

Menurut Sudiana, keputusan PHDI Bali untuk menolak proyek pembangunan JBC sudah final, dan para sulinggih pun konsisten mengatakan demikian.

PLN Dekati Sulinggih, PHDI Bali Tegaskan Tolak Proyek Jawa Bali Crossing Sesuai Bhisama
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan bahwa PT. PLN (Persero) berupaya melakukan pendekatan secara personal ke para sulinggih terkait proyek Jawa Bali Crossing (JBC).

Namun demikian, menurut Sudiana, keputusan PHDI Bali untuk menolak proyek pembangunan JBC sudah final, dan para sulinggih pun konsisten mengatakan demikian.

Baca: PLN Pertimbangkan Kabel Bawah Laut Sambung Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

“Orang-orang PLN secara personal memang datang ke para sulinggih, kemudian para sulinggih mengatakan tidak usah dibicarakan lagi (proyek JBC) karena penolakan sudah merupakan keputusan final dari Parisadha dan elemen masyarakat Bali, termasuk bendesa adat,” kata Sudiana yang ditemui saat menghadiri peringatan lahirnya Pancasila di Desa Wisata Kertalangu Denpasar,  Jumat (1/6/2018).

Ia menegaskan kembali agar proyek JBC tidak usah dibicarakan lagi, karena PHDI sudah tegas menolak sesuai dengan bhisama (ketentuan terkait agama) yang memang tidak bisa dilanggar.

“Jawa dan Bali tidak boleh disambung, jadi tidak usah dipaksakan. Barangsiapa yang menyambung Jawa dengan Bali, maka Bali akan rusak. Bhisama-nya yang mengatakan begitu,” tegas Sudiana.

Sudiana mengungkapkan, pelanggaran terhadap bhisama sudah terbukti membawa celaka.

Dulu ketika ada pejabat memberikan izin untuk melakukan pengeboran di Bedugul guna membangun proyek listrik tenaga panas bumi yang ditentang PHDI, akhirnya pejabat itu mendapat hukuman secara sekala dan niskala.

Dalam rapat terakhir di Parisadha, ungkap Sudiana, keputusan penolakan sudah final, dan bahkan PHDI sudah menyampaikan ke Presiden supaya proyek JBC itu tidak dilanjutkan.

Untuk diketahui, JBC merupakan program strategis nasional dari pemerintahan Presiden Jokowi untuk memenuhi permintaan listrik di Bali yang terus meningkat, bahkan di atas rata-rata permintaan nasional.

Pada dasarnya, proyek JBC ini berupa penyaluran listrik dari Jawa ke Bali lewat sambungan kabel di udara.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help