PLN Pertimbangkan Kabel Bawah Laut Sambung Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLN akan memastikan dulu bagaimana tanggapan dari pihak-pihak terkait, termasuk PHDI, terhadap kemungkinan rencana baru itu.

PLN Pertimbangkan Kabel Bawah Laut Sambung Sistem Kelistrikan Jawa-Bali
http://cdnimage.terbitsport.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Karena adanya penolakan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali terhadap proyek Jawa Bali Crossing (JBC), PT PLN (Persero) kini mempertimbangkan untuk menyambungkan sistem kelistrikan Jawa-Bali lewat kabel bawah laut.

Namun demikian, PLN akan memastikan dulu bagaimana tanggapan dari pihak-pihak terkait, termasuk PHDI, terhadap kemungkinan rencana baru itu.

Baca: PLN Dekati Sulinggih, PHDI Bali Tegaskan Tolak Proyek Jawa Bali Crossing Sesuai Bhisama

Belajar dari kendala yang dihadapi dalam proyek JBC, PLN tak ingin rencana baru tersebut juga terbentur masalah di tengah jalan.

"Iya nanti kami pertimbangkan (jaringan bawah laut). Cuma kan sebelum rencana itu dijalankan, harus kita pastikan dulu bagaimana tanggapan dari pihak-pihak terkait. Sebab, meskipun nanti kabel dilewatkan laut, di ujung atau tepi laut di bagian Bali kan kabel tetap harus dinaikkan ke atas juga,” kata General Manager PT. PLN Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, ketika dihubungi Tribun Bali, Jumat (1/6/2018).

“Nah, kabel transmisi yang harus dinaikkan ke atas ini apakah ditolak lagi atau bagaimana? Apakah penolakan nanti hanya yang lewat di sekitar Pura Segara Rupek saja atau gimana? Kami akan pastikan dulu nanti, biar tidak sampai kejadian seperti sekarang. Tahun 2013, 2014 proyek JBC tidak ada masalah. Tapi, tahun 2017 baru muncul penolakan," Suwarjoni menambahkan.

Sebetulnya selama ini sudah ada jaringan kabel listrik bawah laut Jawa-Bali, namun hanya bertegangan 150 KV, sehingga kabel laut itu tak akan kuat untuk dilewati aliran setrum skala besar dari Jawa.

PLN selama ini berharap proyek transmisi JBC berlanjut.

Sebab, menurut PLN, keberadaan JBC adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali, yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Jika infrastruktur untuk memperkuat pasokan listrik di Bali tidak dibangun mulai sekarang, diperkirakan pada tahun 2021 pulau ini akan mengalami krisis listrik

Dengan JBC, kata PLN, juga dimungkinkan harga listrik di Bali akan lebih murah.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help