Kerukunan Umat Beragama Jangan Terpecah Karena Politik

Bulan puasa, Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Suci Waisak, dan hajatan Pilkada 2018 datang secara bersamaan.

Kerukunan Umat Beragama Jangan Terpecah Karena Politik
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Calon Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat bersilaturahmi dengan warga Muslim di Kampung Jawa, Semarapura, Sabtu malam (2/5) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARPAURA - Bulan puasa, Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Suci Waisak, dan hajatan Pilkada 2018 datang secara bersamaan.

Namun jalinan kebersamaan dan kerukunan harus bisa tetap terjalin tanpa adanya perpecahan karena gara-gara sebuah hajatan politik.

“Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim dimanapun berada, mudah-mudahan makna dan hakekat dari pada puasa ini bisa diimplementasikan bisa dilaksanakan dengan baik dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik kedepannya,” kata calon Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, di Kampung Jawa, Semarapura, Sabtu (2/5)

Menurutnya, selama menjabat menjadi pelayan (Bupati) selalu menyempatkan diri untuk duduk bersama baik dengan cara buka puasa bersama ataupun duduk kumpul bareng tanpa ada sekat-sekat pembatas.

“Bulan Puasa kali ini saya merasakan ada yang kurang, ada yang hilang karena kebiasaan itu, tidak bisa dilakukan maksimal, saya minta maaf pada situasi bulan puasa ini kita sama-sama merayakan hari raya ditengah hiruk pikuk politik yang ada di Klungkung,” sebutnya.

Politik ini menjadikan sedikit perubahan, namun Suwirta berharap agar tidak sampai ada perpecahan baik antar kampong maupun dengan warga lainnya.

“Saya tidak akan berkampanye, biarkan hati nurani berjalan kemana arahnya, jalankan ibadah puasa dengan baik, Tuhan pasti memberikan jalan terbaiknya, jika saya diberikan jalanlagi bersama membangun Klungkung, mari komunikasi lebih dintensifkan lagi, sehingga tidak harus setiap pilkada dan pileg hidup dengan nuansa seperti ini,” papar Suwirta.

Sementara Kepala Kampung Jawa, Muhammad Harun, sebagai tuan rumah mengatakan kegiatan pertemuan buka puasa ini bukan sebagai ajang kampanye paslon.

“Tapi saya yakin, 27 Juni nanti ada nurani warga kami untuk memilih yang terbaik,” ujarnya.

Dia juga merasakan bagaimana cara paket Suwasta dalam periode pertamanya selama empat tahun belakangan ini menjaga silaturahmi dengan semua umat beragama.

“Namun doa kami mudah-mudahan Paket Suwasta bisa menang lagi di Klungkung, sehingga jalinan kekerabatan bisa terus berjalan yang sudah dipupuk sejak abad ke 13 ketika Raja Gelgel membawa pasukan muslim ke Kerajaan Gelgel,” tandasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help