Kontribusi Besar Bisnis Homestay dalam Industri Pariwisata di Bali Berbasis Kerakyatan

Bisnis homestay disebut-sebut bisa berdampak langsung terhadap perekonomian warga sebagai pemilik sekaligus pengelolanya.

Kontribusi Besar Bisnis Homestay dalam Industri Pariwisata di Bali Berbasis Kerakyatan
Istimewa
Cover buku Home Stay 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meskipun keberadaan hotel dan vila di Bali sedang menjamur, ternyata bisnis home stay sangat didorong oleh Kementerian Pariwisata RI.

Bisnis homestay disebut-sebut bisa berdampak langsung terhadap perekonomian warga sebagai pemilik sekaligus pengelolanya.

Keberadaan home stay sebagai penunjang industri pariwisata itu dibahas secara komperehensif dalam buku 'Home Stay: Mozaik Pariwisata Berbasis Kerakyatan'.

Akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali, I Wayan Mertha sebagai salah satu editor mengungkapkan buku ini merupakan ulasan akademik pertama di Indonesia tentang home stay.

Buku ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali bulan Mei lalu.

Menurut Mertha, home stay dapat didefinisikan sebagai jasa akomodasi yang dikelola secara rumahan.

Di Bali, keberadaan home stay memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan pariwisata.

Bahkan, sebelum industri pariwisata berkembang pesat seperti sekarang, eksistensi home stay jauh lebih awal ada ketimbang hotel ataupun vila.

“Kini pun, keberadaannya masih diperlukan. Jangan hanya melihat kawasan yang pembangunannya pesat seperti Nusa Dua, Kuta, atau Jimbaran," ujar Mertha kepada Tribun Bali, Sabtu (2/6/2018).

Penyajian buku 'Home Stay: Mozaik Pariwisata Berbasis Kerakyatan' dibagi dalam empat bab pembahasan.

Halaman
12
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help