Gugatan Soal Pidato ‘Pribumi’ Anies Baswedan Ditolak, Ini Penilaian Hakim

Awal gugatan bermula saat Anies menyampaikan pidato politik, Senin (16/10/2017) malam.

Gugatan Soal Pidato ‘Pribumi’ Anies Baswedan Ditolak, Ini Penilaian Hakim
(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberikan sambutan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan perdata yang diajukan Tim Advokasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (Taktis) terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Tafsir Sembiring dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakart Pusat, Senin (4/6/2018).

Adapun gugatan tersebut diajukan atas perkataan Anies yang menyebut kata " pribumi" saat pidato yang disampaikan sebelum dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017.

"Putusan hakim menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima," ujar salah satu pihak penggugat, Etnis Daniel Tonap Masiku saat dikonfirmasi Kompas.com.

Hakim menilai, antara pihak tergugat dan penggugat tidak memiliki hubungan hukum secara pribadi sehingga dinilai tidak masuk dalam hukum secara perdata.

Daniel mengatakan, dari pertimbangan hakim tersebut, pihak penggugat dimungkinkan untuk melakukan upaya banding atau mengajukan gugatan baru dengan mekanisme citizen law suit.

"Yang saya tangkap hakim menyarankan bahwa kami sebagai warga negara menggugat Anies sebagai pejabat. Tapi pendapat saya secara pribadi apa yang dilakukan Anies bisa digugat secara perdata," ujar Daniel.

Gugatan terhadap Anies diajukan pada Oktober 2017.

 Pihak penggugat dengan tergugat yang diwakili Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta sempat melakukan mediasi.

Namun, mediasi gagal dan kedua pihak berhadapan di meja hijau.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved