Simpang Ring Banjar

Krama Banjar Pangi Ngodakin Sesuunan, Lakukan Ritual Pasupati dan Ngerehang

Saat perbaikan sesuunan, yakni Barong, Rangda dan Rarung, warga Banjar Pangi Klungkung melakukan ritual pasupati

Krama Banjar Pangi Ngodakin Sesuunan, Lakukan Ritual Pasupati dan Ngerehang
Istimewa

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Saat perbaikan sesuunan, yakni Barong, Rangda dan Rarung, warga Banjar Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, melakukan ritual pasupati.

Ritual tersebut dilakukan dalam dua tahap antara lain, pertama di Pura Dalem yang dipimpin oleh sulinggih.

Kedua pasupati dilaksanakan di kuburan desa, tepatnya di pemuunan (tempat membakar jenazah).

Pasupati merupakan wujud permohonan kekuatan Durga sebagai saktinya.

Selain itu, pasupati ini dilakukan pada malam hari yang sering disebut Ngerehang.

Bendesa Adat Pakraman Pangi, I Nengah Mukiarta, mengatakan sebelum dilakukan proses pasupati dan ngerehang, banyak prosesi yang dilaksanakan warga.

Ia mengatakan prosesi awal dilakukan adalah mencari hari baik untuk semua kegiatan upakara.

Setelah itu, dilakukan prosesi Nebas Prelina (membongkar) yang berlangsung di Pura Desa Pekraman Pangi.

Prosesi perbaikan atau ngodakin tersebut dilakukan di Puri Ubud yang dipimpin langsung oleh panglingsir Puri Saren Ubud, Cokorda Gede Putra Sukawati.

Mukiarta menjelaskan setelah prosesi nebas, semua sesuunan diperbaiki di Puri Ubud.

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help