Pameran Lukisan “Aneh” di Setra Desa Adat Mas, Aboetd: Satu Hantu Pun Tak Nongol

Seniman lukis eksentrik, sekaligus peraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), I Kadek Rudiantara (39) alias Aboetd tidak henti-hentinya

Pameran Lukisan “Aneh” di Setra Desa Adat Mas, Aboetd: Satu Hantu Pun Tak Nongol
Istimewa
Sejumlah lukisan karya Aboetd ditaruh di atas gundukan jenazah saat menggelar pemeran untuk leluhur dan mahkluk gaib di Kuburan Desa Adat Mas, Ubud, Sabtu (2/6). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seniman lukis eksentrik, sekaligus peraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), I Kadek Rudiantara (39) alias Aboetd tidak henti-hentinya membuat kejutan di dunia lukis.

Kali ini seniman asal Banjar Batanancak, Desa Mas, Ubud ini menggelar pameran di kuburan Desa Adat Mas, Sabtu (2/6) pukul 00.30 Wita.

Kuburan tersebut jauh dari pemukiman warga dan dikelilingi pohon-pohon besar dan semak belukar. Semua karya lukisnya itu ditaruh di atas gundukan jenazah, serta menggantungnya di semak-semak.

Untuk penerangan, Aboetd hanya mengandalkan ranting-ranting kayu yang dibakar. Dalam pameran ini, Aboetd tidak ditemani siapapun di kuburan.

Dia hanya sendirian melakukan pameran selama satu jam. Khalayak hanya mengetahui aktivitasnya tersebut, setelah Aboetd memosting kegiatan pamerannya di media sosial.

Ditemui di Museum Arma Ubud, Minggu (3/6), Aboetd hanya tertawa ketika ditanya soal pameran ‘aneh’nya tersebut.

Menurut dia, pameran tersebut dilakukan untuk meminta restu dan memberikan hiburan kepada para leluhur dan mahkluk gaib.

Sebagai umat Hindu, Aboetd mengaku sangat percaya bahwa dunia ini tidak hanya dihuni mahkluk seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Namun ada mahkluk kasat mata yang juga menjadi penghuni dunia ini.

Kata dia, selama ini kuburan diyakini banyak orang sebagai tempat di mana mahkluk gaib tinggal, Aboetd pun memutuskan menggelar pameran di sana.

“Baik yang hidup maupun yang mati, yang terlihat dan yang tidak terlihat, kita ini adalah sama, mahkluk Tuhan. Kupersembahkan ini untuk nenekku, pamanku, dan pada semua penghuni rumah peristirahatan terakhir, dan juga kepada mahkluk-mahkluk gaib yang ada di kuburan,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help