Pencarian Pekak Pasti yang Hilang Sejak Senin Lalu Libatkan 18 Paranormal

Seorang Kakek asal Banjar Semaya,Desa Suana, Nusa Penida, I Made Mereng (79) alias Pekak Pasti dilaporkan hilang

Pencarian Pekak Pasti yang Hilang Sejak Senin Lalu Libatkan 18 Paranormal
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga saat melakukan pencarian terhadap seorang kakek asal Banjar Semaya,Desa Suana, Nusa Penida, I Made Mereng (79). Kakek tersebut hilang sejak Senin (28/5/2018) lalu dan hingga Minggu (3/6/2018) belum ditemukan. Padahal keluarga sudah melibatkan 18 paranormal selama proses pencarian. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Seorang Kakek asal Banjar Semaya,Desa Suana, Nusa Penida, I Made Mereng (79) alias Pekak Pasti dilaporkan hilang sejak Senin (28/5/2018) lalu.

Sudah berbagai cara dilakukan oleh pihak keluarga untuk mencari kakek yang sudah pikun tersebut, mulai dari melibatkan krama banjar dan polisi, membunyikan perangkat gamelan, hingga melibatkan 18 paranormal dari Nusa Penida maupun Denpasar dan luar Bali saat proses pencarian.

Namun hingga Minggu (3/6/2018), proses pemcarian tersebut belum membuahkan hasil.

“Bapak saya memang sudah pikun. Kami sudah cari kemana-mana. Bahkan sampai radius 10 kilometer menyisir semak-semak dan pepohonan rimbun, tapi belum juga ketemu,” ujar anak korban, Nyoman Warta.

Ia menceritakan, Made Mereng meninggalkan rumah sejak Senin (28/5/2018) sekitar pukul 03.00 Wita.

Ia diduga meninggalkan rumah dengan memanjat tembok pagar rumah.

Sebelum meninggalkan rumah, korban memakai baju hitam dengan tulisan angka 8 dan celana warna hitam.

Saat diketahui hilang, pihak keluarga dibantu ratusan krama Desa Pakraman Semaya, dan petugas kepolisian langsung melakukan pencarian.

Pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar rumah, namun juga sampai ke wilayah atas atau perbukitan yang masuk kawasan hutan seperti ke Karang, Tukad Saang, dan Jurang Batu.

"Berdasarkan petunjuk akhir, sandal yang dipakai ditemukan sekitar 200 meter dari rumah. Bahkan sampai radius 10 kilometer menyisir semak-semak dan pepohonan rimbun, namun juga belum ketemu,” jelas Nyoman Warta.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved