Terkait Kasus Geg Candra, Benyamin Seran: Ada yang Tidak Wajar dalam BAP Saksi!

Pertanyaan terkait kematian Gek Candra yang diduga menjadi korban pembunuhan di Karangasem belum juga terjawab hingga kini

Terkait Kasus Geg Candra, Benyamin Seran: Ada yang Tidak Wajar dalam BAP Saksi!
Istimewa

TRIBUN-BALI.COM- Pertanyaan terkait kematian Ni Kadek Candradinata alias Gek Candra, balita cilik asal Sidemen Karangasem yang diduga menjadi korban pembunuhan di Karangasem belum juga terjawab hingga kini.

Sebelumnya, dalam Berita Acara Pemeriksaan terhadap orangtua korban yang dilakukan pertama kali oleh Penyidik Polsek Sidemen disebutkan bahwa “ia I WAYAN SURATA ARDIAWAN diperiksa dan didengar keterangannya dalam perkara mati sia sia, dengan Laporan Polisi Nomor LP : 02/I/2015/Bali/Res. Kr.asem/Sek Sidemen tanggal 20 Januari 2015.

Hal ini dikemukakan oleh salah satu tim Kuasa Hukum orangtua korban Yulius Benyamin Seran, usai mendampingi saksi yakni kedua orangtua korban dalam BAP tambahan hari ini, Senin (4/6/2018) di Polres Karangasem.

Benyamin menyampaikan bahwa setelah dirinya mempelajari Berita Acara Pemeriksaan terhadap saksi sekaligus orangtua korban, disana sangat jelas bahwa pada awalnya Polsek Sidemen dalam melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan tidak diarahkan pada dugaan pembunuhan.

Justru diarahkan kepada mati sia sia alias tenggelam.

Anehnya, di dalam BAP tersebut pada jawaban atas pertanyaan nomor 14 terdapat kata “mengambang di air” dalam uraian jawaban saksi berkaitan kondisi korban saat diketemukan padahal saksi sendiri tidak pernah mengeluarkan kalimat tersebut.

Sehingga dalam BAP tambahan hari ini, keterangan tersebut dicabut dan diperbaiki karena tidak benar.

"Keterangan tersebut sangat memukul hati kedua orangtua, maka kami telah mencabutnya pada hari ini dan diganti dengan keterangan yang benar sesuai apa yg diketahui oleh saksi," tegas Benyamin Seran.

Sementara itu, Siti Sapurah alias Ipung menjelaskan bahwa faktanya korban ditemukan di pinggir gorong-gorong kering, bukan di dalam air.

Bagaimana mungkin korban bisa mengambang sampai disimpulkan mati tenggelam?

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help