Tim Monev DPMD Denpasar Sasar 34 Pasar Rakyat

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, Senin (4/6/2018) menggelar monev ke pasar rakyat atau pasar desa

Tim Monev DPMD Denpasar Sasar 34 Pasar Rakyat
Istimewa
Suasana monev pasar rakyat hari pertama. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, Senin (4/6/2018) menggelar monev ke pasar rakyat atau pasar desa yang ada di Kota Denpasar.

Monev ini rencananya akan menyasar 34 pasar rakyat atau pasar desa yang ada di Kota Denpasar.

Di hari pertama pelaksanaan, monev ini menyasar tiga pasar yaitu Pasar Desa Hita Manggala, Desa Tegal Kertha, Pasar Desa Tegal Harum, Desa Tegal Harum, dan Pasar Desa Pekraman Padang Sambian, Kelurahan Padangsambian.

Kepala DPMD Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan, Pasar rakyat yang ada di setiap desa di Kota Denpasar menjadi motor penggerak dalam menunjang ekonomi kerakyatan.

Oleh karena itu, monev ini akan terus berlanjut hingga 29 Juni 2018 mendatang.

"Monev ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan bersama dalam meningkatkan pemahaman bersama antara pengelola dan pedagang pasar, mengarah pada konsep Pasar Rakyat Indonesia yakni pasar ramah, segar dan terpercaya. Keterlibatan Tim Monev mampu memberikan masukan dari berbagai sisi peningkatan pasar tradisional. Seperti kebersihan dan lingkungan melibatkan OPD Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, pengawasan kesehatan daging melibatkan Dinas Peternakan, serta juga melibatkan Tim BPOM Denpasar dalam pengawasan pangan mengandung bahan berbahaya," kata Wiradana.

Dari hasil monev ini nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan kunjungan masyarakat di pasar desa.

Sementara itu, Kepala Pasar Padang Sambian, I Made Mustika Subawa mengatakan, Pasar Padang Sambian saat ini memiliki 96 kios dan 96 los.

Tantangan dalam pengelolaan pasar ini menurutnya terletak pada mindset pedagang dalam menjaga kebersihan pasar.

"Hal ini juga telah kami lakukan sosialisasi rutin mewajibkan para pedagang memiliki tempat sampah dan usai berjualan melakukan pembersihan pada los maupun kios. Meski telah kami siapkan tenaga kebersihan, namun juga pemberdayaan bagi pedagang harus tetap dilakukan demi kenyamanan serta pasar yang ramah, segar, dan terpercaya," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved