Amor Ring Acintya, Viral di Facebook Nenek Wayan Sangke Meninggal Dunia Sakit Belasan Tahun

Dengan nada haru Witari mengungkapkan jikalau Kiang Nengah Resin telah menderita sakit lama, juga Wayan Sangke yang belasan tahun sakit.

Amor Ring Acintya, Viral di Facebook Nenek Wayan Sangke Meninggal Dunia Sakit Belasan Tahun
Istimewa
Almarhum Wayan Sangke yang sempat mendapat kepedulian di Akun Facebook Witari Ari akibat kondisinya dan Kiang Nengah Resin yang memprihatinkan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sedih dan memprihatinkan. Begitulah kesimpulan awal dari kondisi dua orang lansia di Lingkungan Srimandala Kelurahan Dauh Waru Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Selasa (5/6/2018).

Ialah Kiang Nengah Resin (80) dan Anaknya Wayan Sangke. Kiang Nengah Resin menderita sakit dan berusia lanjut sementara anaknya Wayan Sangke juga menderita gangguan mental yang diderita belasan tahun lamanya.

Pagi tadi Wayan Sangke menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit yang diderita belasan tahun itu.

Koordinator Relawan Kemanusiaan Jembrana Putu Witari yang mengunggah foto kepedulian di akun Facebooknya Senin, (4/6/2018) kemarin saat dihubungi tribun-bali.com siang ini membenarkan peristiwa kemanusiaan tersebut.

Dengan nada haru Witari mengungkapkan jikalau Kiang Nengah Resin telah menderita sakit lama, juga Wayan Sangke yang belasan tahun sakit.

"Dari informasi Kiang, Wayan Sangke telah sakit belasan tahun lalu. Kemarin saya posting itu sebagai pesan kepedulian saja. Kami hanya bisa membantu sebisanya. Semua akan kembali kepada keluarga, karena Kiang dan Mbok Wayan seorang Bali asli. Jika terjadi apa-apa akan banyak proses yang harus dilaksanakan," ungkap Witari kepada Tribun Bali.

Witari juga mengatakan kalau tubuh almarhum yang kurus kering disebabkan karena asupan makan yang mulai berkurang walaupun umurnya diperkirakan baru masuk 50-an tahun.

"Sakit yang diderita membuat badannya menjadi kurus seperti itu, terus akhir-akhir ini susah makan jadinya seperti itu. Sebenarnya belum terlalu tua, mungkin baru masuk 50-an. Cuma karena sakit dan tubuh yang kurus jadinya keliatan tua." kata Wirati lagi.

Ia juga menambahkan kalau pembicaraannya dengan almarhum masih nyambung saat membersihkan kotoran dan menggantikan pampersnya.

"Kemarin waktu bantu dia komunikasi kami sempat nyambung. Susah lagi dia untuk bicara karena rasa kesakitan di bagian pantatnya (bokong). Saya juga beri dia semangat agar sembuh. Namun kini dia sudah pergi," kenangnya.

Dirinya dan relawan sendiri sudah mengatensi sejak tiga tahun lalu terhadap kondisi dua lansia ini.

"Kalau dari 3 tahun lalu sampai dua minggu lalu kami jalan sebulan sekali. Tapi sejak Mbok Wayan Sangke tidak bisa jalan, tiap dua hari sekali bahkan hampir tiap hari. Kami memandikan, bersihkan kotoran dan cuci kain serta bajunya," ujarnya.

Kabar terbaru jelas Witari, pihak keluarga besar akan datang ke lokasi untuk mengurus jenazahnya.

"Kemarin ada mengaku dari pihak kerabat nelpon saya dan nanyakan Kiang rencananya memang siang ini datang bersama Camat Mengwi," jelasnya. (*) 

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved