Perdagangan 27 Penyu Hijau Ilegal asal Madura Berhasil Dibongkar Polres Jembrana

Maraknya perdagangan Penyu ilegal di Kabupaten Jembrana akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Polres Jembrana, Senin (5/6)

Perdagangan 27 Penyu Hijau Ilegal asal Madura Berhasil Dibongkar Polres Jembrana
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Seorang anak tengah menyiram 27 ekor Penyu Hijau yang diamankan oleh Polres Jembrama lantaran hendak diperdagangkan, Selasa (5/6) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Maraknya perdagangan Penyu ilegal di Kabupaten Jembrana akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Polres Jembrana, Senin (5/6) dengan mengamankan 27 ekor Penyu jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas).

Berdasarkan informasi di Mapolres Jembrana siang ini, 27 ekor Penyu Hijau malang ini diamankan dari tangan Muhamad (57), seorang warga dari Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya, Kecamatan Melaya pada Senin (4/6) kemarin sekitar pukul 21.30 WITA.

Kepada petugas, Muhamad yang diketahui pada kasus perdagangan satwa dilindungi ini sebagai pengepul mengaku mendapat ke-27 ekor Penyu Hijau yang masih dalam kondisi hidup ini dengan cara membeli dari nelayan yang berada di Madura.

Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol M. Didik Wiratmoko, didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana mengatakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (4) UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara serta denda Rp. 100.000.000.

"Temuan ini sudah kami koordinasikam dengan instansi terkait. Jadi sekarang Penyu Hijaunya di bawa ke konservasi di Desa Perancak dulu untuk diobservasi kondisi fisiknya," tandas Didik ketika dikonfirmasi Selasa siang ini. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help