Angka Kematian Akibat Trauma Menduduki Peringkat Ketiga di Indonesia, Ini Penjelasannya

Tingginya angka kasus kematian karena trauma ini banyak disebabkan dari kecelakaan lalu lintas.

Angka Kematian Akibat Trauma Menduduki Peringkat Ketiga di Indonesia, Ini Penjelasannya
kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eurazmy

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Angka kematian karena trauma di Denpasar, Bali terbilang tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Komisi Trauma pada Instalasi bagian/divisi jantung di sejumlah kota-kota besar, kasus trauma menduduki peringkat ketiga penyebab kematian setelah jantung di peringkat pertama dan stroke di peringkat kedua.

Data ini terhimpun dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Yogyakarta.

Tingginya angka kasus kematian karena trauma ini banyak disebabkan dari kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data, angka kematian karena trauma ini mencapai 4,8 persen di dunia.

Sebanyak 3,8 persen di antaranya disebabkan dari peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Bedah RSUP Sanglah, dr, I Nengah Kuning Atmadjaya Sp.B (K) Trauma, KKL., FICS., FINACS.

Menurut dia, tingginya kasus trauma ini tidak dibarengi dengan penanganan pra-hospital atau penanganan pertama pada kecelakaan lalu lintas sebelum dibawa ke rumah sakit.

Secara teoritis, terang Kuning, angka kematian trauma kecelakaan ini paling banyak terjadi di tempat kejadian mencapai 50 persen, 30 persen terjadi saat perjalanan ke rumah sakit, dan 20 persen kematian terjadi di rumah sakit.

"Angka 4,8 persen ini terbilang cukup tinggi dan tidak dibarengi dengan penanganan pra hospital secara baik dan tepat," ungkapnya, Selasa (5/6/2018).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kejadian kecelakaan lalu lintas di Bali di tahun 2016 mencapai 1.580 kejadian dan 437 di antaranya menyebabkan korban jiwa meninggal dunia.

Sementara, Kepolisian Daerah Bali mencatat, selama tahun 2017, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 1.698 kasus atau meningkat 14 persen jika dibandingkan tahun 2016.

Tentu, hal ini bisa dijadikan sebagai acuan instansi terkait dalam meningkatkan pelayanan dan pengamanan lalu lintas di tahun 2018 ini. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help