Jadi Pengedar Kokain Selama di Bali , Vladimir Si WNA Rusia Ditangkap Polsek Kuta

Kepolisian menduga, biaya hidup selama pelaku tinggal di Bali didapat dari hasil mengedarkan barang haram tersebut.

Jadi Pengedar Kokain Selama di Bali , Vladimir Si WNA Rusia Ditangkap Polsek Kuta
Tribun Bali / Widyartha Suryawan
Rybnokov Vladimir Aleksandrovich (44) ditangkap oleh petugas Polsek Kuta atas kasus kepemilikan narkotika jenis kokain. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Rybnokov Vladimir Aleksandrovich (44) ditangkap oleh petugas Polsek Kuta atas kasus kepemilikan narkotika jenis kokain.

WNA asal Rusia ini sudah enam tahun tinggal di Bali dan nyaris overstay.

Kepolisian menduga, biaya hidup selama pelaku tinggal di Bali didapat dari hasil mengedarkan barang haram tersebut.

Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan kokain merupakan jenis narkotika golongan satu.

“Nilai edar barang ini mencapai Rp 2,5 juta per gram. Pelaku menjualnya kepada komunitas mereka sesama orang Rusia,” kata Kompol Wirajaya yang didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Aan Saputra, Rabu (6/6/2018).

Kompol Wirajaya memperkirakan nilai jual barang yang telah diedarkan oleh pelaku mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, saat pelaku ditangkap, kepolisian hanya menemukan 4 gram kokain yang dibagi menjadi lima klip.

Tiga klip berisi serbuk putih yang ternyata merupakan kokain itu ditemukan di saku kanan pelaku saat hendak ditangkap.  

Sedangkan, dua klip berisi kokain lainnya ditemukan pada buku bacaan pelaku yang diselipkan di sela-sela lembaran buku tersebut.

 “Lima paket yang ditemukan nilai edarnya sekitar Rp 14 juta,” imbuh Kompol Wirajaya.

Terungkapnya kasus yang melibatkan Vladimir ini merupakan hasil pengembangan Tim Opsnal Polsek Kuta berdasarkan laporan dari masyarakat.

Ia ditangkap di kawasan Seminyak, Kuta.

Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolsek Kuta guna proses lebih lanjut.

Vladimir diancam dengan tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help