Pilgub Bali

KPU Bangli Temukan 407 Surat Suara Pilgub Rusak

Ratusan surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada tanggal 27 Juni mendatang

KPU Bangli Temukan 407 Surat Suara Pilgub Rusak
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Pegawai di KPU Bangli tunjukkan beberapa surat suara pilgub yang rusak. terdapat tinta di surat suara, serta robek pada surat suara tersebut, Selasa (5/6). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Ratusan surat suara yang akan digunakan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada tanggal 27 Juni mendatang, justru ditemukan dalam kondisi rusak dan tak layak pakai.

Oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, rencananya sejumlah surat suara rusak tersebut akan dimusnahkan.

Ditemui Selasa (5/6), Ketua KPU Bangli, Dewa Agung Gede Lidartawan mengungkapkan surat suara yang rusak ditemukan saat proses penyortiran dan pelipatan yang dimulai sejak Kamis (31/5) hingga Minggu (3/6). 

Dari 188.862 surat suara yang diterima KPU Bangli pada Rabu (23/5) lalu, tercatat sebanyak 407 surat suara yang mengalami kerusakan.

“Kebanyakan kerusakan terjadi akibat robek, Adapula karena buram hingga terdapat bercak noda dan tinta,” ujarnya.

Lidartawan menegaskan, meski ditemukan banyak kerusakan, ketersediaan surat suara masih memadai lantaran jumlah DPT Bangli sebanyak 184.040 pemilih.

Begitupun dengan surat suara cadangan yang kini seluruhnya juga masih dalam tahap penyortiran kembali, demi menghindari persoalan saat pendistribusian logistik pemilu.

Sebaliknya, jika kedepan terjadi kekurangan, pihaknya mengatakan akan segera berkoordinasi dengan KPU Propinsi Bali, agar diganti oleh pihak rekanan.

Selain itu, Lidartawan juga mengatakan untuk kebutuhan logistic lain seperti kotak suara dan bilik suara juga sudah dipersiapkan dan tidak ada masalah.

Sebutnya, Dari 467 TPS yang ada di seluruh Bangli, masing-masing TPS memerlukan satu kotak suara dan empat bilik suara.

Dan semua itu, sudah tidak ada lagi persoalan. “Setelah penyetingan selesai, kita tinggal mendistribusikan ke masing-masing TPS, tentunya dengan dikawal oleh PPS dan PPK serta pihak kepolisian,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait tindak lanjut dari banyaknya temuan surat suara yang rusak, Lidartawan mengaku nantinya akan segera dimusnahkan, demi mencegah terjadinya penyalahgunaan.

“Pemusnahan kedepan akan melibatkan semua komponen penyelenggara Pemilu,” tegasnya. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help