Cerita Magis Kori Batu di Pura Penataran Pande Yang Tidak Sembarangan Orang Bisa Membuka

Pernah ada rombongan mahasiswa asal salah satu perguruan tinggi di Surabaya bersama dosennya datang ke Pura Penataran Pande Kori Batu.

Cerita Magis Kori Batu di Pura Penataran Pande Yang Tidak Sembarangan Orang Bisa Membuka
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Wayan Togig ketika menunjukan Kori Batu di Pura Penataran Pande terletak di Banjar Kori Batu, Desa Tojan, Klungkung, Selasa (1/5/2018) 

TRIBUN-BALI.COM - Pura Penataran Pande terletak di Banjar Kori Batu, Desa Tojan, Klungkung, tepatnya persis di pinggir jalan raya jurusan Klungkung-Gelgel.

Jika dari jantung Kota Semarapura jaraknya sekitar 3 kilometer arah selatan, persisnya sebelah selatan perempatan menuju Desa Kamasan.

Pura ini berdiri di lahan seluas 7 are.

Pura Penataran Pande memiliki 11 pelinggih.

Ornamen semua pelinggihnya masih let (kuno) demikian pula bentuk bangunan.

Tapi ada beberapa pelinggih yang sudah direnovasi, motif ornamennya sudah tersentuh polesan gaya modern.

Namun, ciri khas berupa ukiran Bali tetap tersaput pada pelinggih tersebut.

Pura ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu keberadaan kori batu atau daun pintu terbuat dari batu.

Kori batu ini diperkirakan dibuat pada tahun 1422 Masehi, petunjuk itu didapat sesuai candra sangkala (angka tahun) berbentuk kepala, kuda dan tangan yang terdapat pada bagian atas pintu.

Kori batu tersebut memiliki panjang sekitar 2 meter lebih dan lebar satu daun pintu sekitar 40 sentimeter (cm) dipasang di pintu utama pura.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help