Pengacara Tersangka Candaan Bom di Pesawat Lion Air Ungkap Fakta Baru, Begini Kronologinya

Frantinus kembali menjalani pemeriksaan oleh para penyidik PNS Kementerian Perhubungan di ruang Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar

Pengacara Tersangka Candaan Bom di Pesawat Lion Air Ungkap Fakta Baru, Begini Kronologinya
Kompas.com
Kuasa hukum Frantinus Nirigi, Aloysius Renwarin (tengah) bersama Frederika Korain (kanan) dan abang ipar Frantinus, Diaz Gwijangge (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pontianak (7/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM - Tim kuasa hukum Frantinus Nirigi yang dibawa pihak keluarga dari Papua, Aloysius Renwarin dan Frederika Korain, membeberkan sejumlah informasi baru terkait kasus dugaan candaan bom di pesawat Lion Air JT687 tujuan Pontianak-Jakarta pada 28 Mei 2018 yang lalu.

Baca: Kisah Magis, Tak Sembarang Orang Bisa Buka Kori Batu di Pura Ini, Namun Tak Berlaku Bagi Bocah ini

Baca: Ternyata Ini Kepentingan Pribadi Ali Mohctar Ngabalin Masuk Istana, Hanya Satu Saja

Baca: Gubernur Bali Berharap Umat Hindu Bersatu

Baca: Ariel Lagi Dekat dengan Daun Muda? Singgung Nama Pevita Pearce, Luna Maya pun Bilang Begini

Frantinus kembali menjalani pemeriksaan oleh para penyidik PNS Kementerian Perhubungan di ruang Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar dengan didampingi kuasa hukum dan pihak keluarga, Rabu (6/6/2018).

Para penyidik tersebut di antaranya Asep Kosasih Samapta, Andy Hendra Suryaka dan Aditya Purna Ramadhan.

Mereka adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Aloysius Renwarin mengungkapkan, berdasarkan keterangan Frantinus, pada tanggal 28 Mei 2018 tersebut dirinya hendak pulang ke Papua.

Kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, Frantinus naik pesawat Lion Air yang akan membawanya ke Papua dengan transit terlebih dahulu di Jakarta.

"Frantinus adalah penumpang terakhir yang naik ke dalam pesawat karena ketinggalan kunci motor, dan sesuai dengan tiket pesawat yang dimiliki tersangka duduk pada kursi nomor 2A," ujar Aloysius dalam konferensi pers di Pontianak, Kamis (7/6/2018).

"Kemudian, saat Frantinus masuk ke dalam pesawat ternyata kursi tempat duduk tersangka ditempati orang lain, dan penumpang tersebut minta bertukar tempat duduk, sehingga tersangka duduk di kursi nomor 2C," sambungnya.

Sebelum duduk, Frantinus memasukkan tasnya ke bagasi kabin di seberang tempat duduknya, yakni pada deretan (seat raw) ke-3.

Baca: Dibuang Manchester City, Yaya Toure Rela Digaji Cuma Rp 18 Ribu, Klub Liga 1 Berminat?

Baca: Viral, Video Detik-detik Jasad Wanita Cantik Ini Dikeluarkan dari Kardus, Lihat Kondisi Tangannya

Baca: Divonis 12 Tahun Penjara, Mang Jangol Langsung Menerima Putusan Tanpa Pikir-pikir

Selanjutnya, pada saat baru duduk di kursi, tersangka melihat pramugari mendorong tasnya secara kuat dan masuk lebih dalam.

Halaman
1234
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help