Perkiraan Kebutuhan Uang Tunai Hadapi Lebaran 2018 Naik Menjadi Rp 3,62 Triliun

KpwBI Provinsi Bali, memperkirakan kebutuhan uang tunai masyarakat hadapi Lebaran 2018 naik 10,40 persen (yoy

Perkiraan Kebutuhan Uang Tunai Hadapi Lebaran 2018 Naik Menjadi Rp 3,62 Triliun
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Bali, memperkirakan kebutuhan uang tunai masyarakat hadapi Lebaran 2018 naik 10,40 persen (yoy).

Kenaikan ini dari Rp 3,28 triliun (2017) menjadi Rp 3,62 triliun (2018).

Sementara itu, realisasi penarikan uang tunai sampai 7 Juni 2018 oleh perbankan telah mencapai Rp 3,14 triliun.

Pecahan favorit penukaran uang oleh masyarakat adalah pecahan Rp 5.000.

“Pada minggu terakhir Mei-Juni 2018. KpwBI Bali menyelenggarakan penukaran uang dalam rangka melayani permintaan masyarakat akan pecahan kecil, untuk kebutuhan hari raya bertempat di Central Parkir Kuta dan Lapangan Puputan Badung,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Kamis (7/6/2018).

Jumlah penukar uang pada 2017 tercatat 5.107 orang, sedangkan hingga 6 Juni 2018 jumlah penukar di Bali baru mencapai 3.027 orang.

Dengan rata-rata orang per hari yang menukarkan uang, pada 2017 mencapai 638 orang, dan per 6 Juni 2018 mencapai 605 orang.

Walaupun proyeksi atau prediksi kebutuhan uang tunai meningkat dari 2017 ke 2018, namun realisasi hingga 6 Juni 2018 masih belum senada.

Sebab realisasi penarikan uang tunai oleh perbankan pada 2017 Rp 3,88 triliun, masih lebih besar dibandingkan 2018 yang per Juni baru mencapai Rp 3,14 triliun.

Begitu juga realisasi penukaran, pada 2017 mencapai Rp 17,4 miliar, berbeda dengan Juni 2018 yang baru mencapai Rp 12 miliar.

Jelang Lebaran, memang kebutuhan uang tunai dan pecahan kecil menjadi rutinitas masyarakat.

“Saya pikir di Bali tidak banyak, ternyata cukup banyak peminatnya. Apalagi sekarang berbarengan dengan Galungan,” jelasnya.

Sehingga menjadi fokus KpwBI Bali adalah ihwal penarikan uang oleh perbankan, serta penukaran uang pecahan kecil oleh masyarakat.

“Secara umum persediaan sangat cukup, bahkan kami bisa membantu tetangga di sekitar Bali, dan kami perkirakan semua aman,” ujarnya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help