Suarsini Alami Firasat Tak Enak Sebelum Bus Rombongan Tirta Yatra ke Pura Bhur Bwah Swah Terguling

Ni Kadek Suarsini (50), penumpang asal Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak mengaku tak enak selama perjalanan. Perasaannya gundah, dan terasa tak enak

Suarsini Alami Firasat Tak Enak Sebelum Bus Rombongan Tirta Yatra ke Pura Bhur Bwah Swah Terguling
Tribun Bali/Saiful Rohim
Para korban bus terguling di Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, sedang dirawat di UGD RSUD Karangasem, Kamis (7/6) siang. Sedikitnya ada 22 pemedek yang hendak tirta yatra jadi korban kecelakaan bus terguling. 

Firasat Suarsini Berujung Bus Terguling

* Bus Tak Kuat Menanjak, 22 Pemedek Terluka 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Puluhan orang asal Kecamatan Gerokgak, Buleleng, berbaring lemah di Ruang Unit Gawat Darurat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem, Kamis (7/6) sekitar pukul 11.00 Wita.

Petugas RSUD Karangasem terlihat sibuk di Ruang UGD mengobati mereka, setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di jalan raya di Banjar Peningaran, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem.

Bus dengan pelat nomor DK 9140 UV milik PO Adi Jaya itu terguling setelah sopir tak bisa menguasai keadaan di jalan tanjakan.

Baca: Jelang Hari Raya Kuningan Pedagang Menangis di Pasar Wangaya ‘Turunkan Barang Saya Pak’

Baca: Dulu Menangis Hingga Pingsan, Kini Ratna Dewi Keluar Ruangan Sidang PN Denpasar Dengan Senyum

Para penumpang yang berjumlah 26 orang itu adalah pemedek, yang  berencana tirta yatra di Pura Bhur Bwah Swah di Desa Seraya Tengah.

Sebelum sampai di lokasi, bus yang dikendarai Hermawan terguling di pinggir jalan.

Menurut saksi mata kejadian, yakni Jro Mangku Kembar, bus putih terguling saat medan menanjak di tikungan. Bus tak kuat naik. Sopir sempat mengerem, tapi kendaraan tetap mundur ke belakang dan terguling.

"Lokasi kejadian sekitar 1 kilometer sebelum Pura Bhur Bwah Swah. Mungkin sopir banting setir sehingga mobil terguling. Untungnya bus tidak jatuh ke jurang. Korban langsung dibawa ke RSUD," kata Jro Mangku Kembar.

Salah-satu penumpang bus, I Gusti Ayu Ketut Darmawati mengaku, para penumpang berteriak histeris saat bus mundur ke belakang. Mereka yang duduk dekat pintu, loncat dari bus untuk menyelamatkan diri.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help