Daging Keren, Kuliner Kegemaran Raja Bangli untuk Yadnya dan Oleh-oleh

Konon daging keren dahulu merupakan kuliner yang sangat digemari oleh Raja Bangli, dan selalu disuguhkan setiap perayaan di zaman kerajaan.

Daging Keren, Kuliner Kegemaran Raja Bangli untuk Yadnya dan Oleh-oleh
Tribun Bali / Muhammad Fredey Mercury
Anak Agung Alit Nilawati, penjual daging keren saat dijumpai disela-sela mengolah daging keren, Jumat (8/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah kebutuhan pokok mulai dari bumbu dapur hingga daging melonjak tiap menjelang hari raya besar.

Ini bisa mempengaruhi penjualan. Namun untuk daging keren, pesonanya  tak pernah pudar, meski harganya naik turun.

Daging keren adalah olahan masakan dari daging ayam atau bebek.

Konon daging keren dahulu merupakan kuliner yang sangat digemari oleh Raja Bangli, dan selalu disuguhkan setiap perayaan di zaman kerajaan.

Penjual daging keren asal Puri Kanginan, Kelurahan Kawan, Bangli, Anak Agung Alit Nilawati mengatakan, harga ayam saat ini meningkat dari sebelumnya Rp 47 menjadi Rp  55 ribu per ekor.

Begitupun dengan harga bahan baku lain, mulai dari bawang merah, bawang putih, kunyit, cabai, dan sebagainya.

“Sebelumnya dijual dengan Rp 90 ribu per ekor. Namun karena harga bahan baku saat ini meningkat, harganya ikut naik menjadi Rp 100 ribu per ekor,” katanya, Jumat (8/6/2018).

Harga daging keren tersebut, kata Gung Alit Nilawati hanya mengikuti perkembangan harga bahan baku di pasaran.

Ketika harga bahan baku turun, otomatis harga daging keren juga turun.

Meski harganya fluktuatif, bukan berarti permintaan menurun.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help