Pernah Jadi Man of The Years Tahun 2002 Versi Time, Ini Kiat Mangku Pastika Soal Pemimpin

"Saya pernah jadi Man of The Year versi Time 2002, orang Indonesia pertama Time mengulas semuanya,

Pernah Jadi Man of The Years Tahun 2002 Versi Time, Ini Kiat Mangku Pastika Soal Pemimpin
Tribun Bali/I Putu Supartika
Gubernur Made Mangku Pastika berorasi di PB3AS Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (10/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Saya pernah jadi Man of The Year versi Time 2002, orang Indonesia pertama
Time mengulas semuanya, bahwa pertama orang-orang seluruh dunia tidak percaya bahwa polisi Indonesia mampu mengungkap tragedi itu (bom Bali 12 Oktober 2002).

Karena begitu besar, bomnya 1,5 ton. Satu mobil penuh bom. 202 orang mati, 400 orang luka," kata Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dalam orasinya di Podium Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), di Lapangan Puputan Renon, Minggu (10/6/2018).

Ia bercerita bahwa saat itu, dirinya merupakan Ketua Tim Investigasi Bali'>Bom Bali.

Pastika bekerja bersama dengan 300 polisi dan investigator dari seluruh dunia.

"Orangnya gede-gede dan tingginya ada yang 2 meter. Saya cuma 170 cm, saya pemimpinnya. Saat ngomong tak ada yang denger. Hanya ada suara tak ada orangnya. Apa yang saya lakukan? Ambil meja naik ke meja berdiri di meja baru saya lebih tinggi dari mereka. Saya ambil gelas teng, teng, teng, pakai sendok, baru kelihatan. Saya bilang attention," kata Pastika.

Sehingga ia mengatakan kalau mau jadi pemimpin harus berani tampil, berdiri kalau semua orang sehingga pasti kelihatan.

Apalagi masyarakat banyak, 8 miliar lebih, siapa yang akan jadi pemimpin adalah mereka yang berani tampil.

"Harus bersuara, kalau diam-diam tidak ada yang tahu isi dihatimu, harus bicara supaya orang lain tahu. Kalau sembunyi di belakang jangan marah-marah posisimu diambil orang," imbuhnya.

Walaupun di Bali ada lagu 'Eda Ngaden Awak Bisa' namun itu memiliki maksud walaupun sudah pintar masih banyak yang harus dipelajari.

"Kalau perlu, pendek pakai kursi berdiri. Kalau tidak berani tampil, mereka akan menguasai kita, baru kita kecewa kok kita dikuasai orang lain," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help