Dharma Wacana

Diskriminasi Umat Hindu dalam Pekerjaan

Belakangan ini, relatif banyak bermunculan lowongan pekerjaan non Hindu atau tidak menerima karyawan yang beragama Hindu.

Diskriminasi Umat Hindu dalam Pekerjaan
Tribun Bali/ I Putu Darmendra
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

TRIBUN-BALI.COM, -- Belakangan ini, relatif banyak bermunculan lowongan pekerjaan non Hindu atau tidak menerima karyawan yang beragama Hindu.

Ironisnya, perusahaan itu berada di Bali, yang sebagian besar masyarakatnya beragama Hindu. Apa sesungguhnya yang membuat umat Hindu terdiskriminasi di daerahnya sendiri?

Perlu kita sadari, itu semua terjadi karena hukum kausalitas atau hukum sebab akibat. Bali, dengan eksotisme alam dan budaya yang berbasis agama Hindu, telah menarik wisatawan untuk berlibur atau menghabiskan uang di Bali.

Kondisi ini menarik sejumlah investor untuk berinvestasi di Bali. Hal ini juga menjadikan Bali sebagai tempat orang-orang luar mengadu nasib.

Sementara itu, agen-agen tenaga kerja yang mencari tenaga kerja untuk perusahaan di Bali, menginginkan tenaga kerja murah dan tidak banyak libur.

Di satu sisi, pekerja Hindu di Bali cenderung banyak libur, karena tuntutan agama. Hal inilah yang kerap dijadikan acuan oleh pencari tenaga kerja untuk tidak menerima orang Bali.

Tapi orang-orang luar yang berinvestasi di Bali ini tidak sadar. Investasi itu tidak hanya bersifat finansial atau materi. Masyarakat Bali, sesungguhnya telah melakukan investasi melalui kegiatan budaya berbasis agama Hindu. Dan, hal inilah yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke Bali.

Silakan saja sebuah hotel dibangun di pulau lain, wisatawan tidak akan datang berbondong-bondong karena di sana tidak ada investasi budaya seperti di Bali.

Karena seringnya orang Bali terdiskriminasi di daerahnya sendiri, menyebabkan kita berpikir bahwa orang luar hanya ingin mengeskploitasi Bali. Mereka hanya ingin mencari keuntungan.

Padahal, orang Bali secara umum, ketika melakukan investasi budaya dan agama, mereka tidak pernah berbicara tentang keuntungan dalam bentuk finansial. Mereka hanya menginginkan keselamatan masyarakat dan alam semesta ini.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved