Mudik Lebaran

 Pawang di Bali Gelar Mudik Bareng ke Nganjuk

Paguyuban Warga Nganjuk (Pawang) di Bali menggelar mudik bareng ke Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (12/06/2018).

 Pawang di Bali Gelar Mudik Bareng ke Nganjuk
Tribun Bali/Kambali
Anggota dan pengurus Pawang di Bali bersama Koordinator GRAK, Nyoman Mardika dan Penasehat GRAK, Nyoman Sudiantara atau Ponglik saat keberangkatan mudik bersama Pawang, di lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Selasa (12/06/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Paguyuban Warga Nganjuk (Pawang) di Bali menggelar mudik bareng ke Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (12/06/2018).

Mudik bareng tahun ini diikuti sebanyak 50 anggota atau satu unit bus dengan start di parkir timur Lapangan Bajra Sandhi, Renon Denpasar.

"Ini menjadi tahun kedua kami untuk kegiatan mudik bareng. Harapan kami, selamat dan lancar sampai tujuan. Tentunya dengan mudik bareng ini menambah keguyuban antaranggota Pawang khususnya," ujar Ketua Pawang di Bali, H Marno.

Menurut H Marno, mudik bareng ini juga sebagai upaya untuk meringankan biaya perjalanan, aman dan selamat sampai serta mengurangi volume kendaraan.

Keberangkatan rombongan mudik bareng Pawang ini juga dihadiri Koordinator Gerakan Anti Radikalisme (GRAK), Nyoman Mardika dan Penasehat GRAK, Nyoman Sudiantara atau Ponglik.

Nyoman Mardika menyambut baik kegiatan mudik bareng Pawang di Bali. Menurutnya, mudik bareng ini bagian dari merekatkan kerukunan antaranggota dan antarmasyarakat.

“Proses silaturahmi yang sangat positif setiap elemen masyarakat. Mudik bareng dan silaturahmi ini bagian dari kegiatan yang mampu merekatkan kerukunan antaretnis apalagi dilakukan pada bulan Ramadan," ujar Mardika.

“Pawang di Bali bagian dari kelompok masyarakat yang kami sebagai warga Bali wajib saling bersilaturahmi, baik dengan Pawang dan lainnya seperti Ikawangi, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang nonetnis Bali, tetapi bisa berbaur dengan masyarakat Bali," kata dia.

Dengan adanya mudik bareng Pawang di Bali ini, kata dia, bagian dari sebuah pintu awal dan kelompok-kelompok lain bisa mengikutinya dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat.

"Inilah yang kita harapkan, hal-hal seperti ini. Saling menyatu, bahwa kita tidak mengelompokkan diri. Saya dari ini dan kelompok ini, dan lain sebagainya. Tetapi kita menjadi satu bagian kelompok masyarakat Bali dan bagian dari penduduk Bali. Itu yang kita harapkan," tandas Mardika. (*) 

Penulis: Kambali
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help