Pilgub Bali 2018

Rai Mantra Kaji Pembangunan Monumen Perang Banjar

Rai Mantra mengatakan, Mantra-Kerta sudah memiliki komitmen untuk membangun industri kreatif di Kecamatan Banjar dan Bali pada umumnya.

Rai Mantra Kaji Pembangunan Monumen Perang Banjar
Istimewa
Rai Mantra didampingi politisi senior Partai Golkar Nyoman Sugawa Korry dan relawan Mantra-Kerta saat kampanye dialogis di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Cagub Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra menggelar kampanye dialogis di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Sekalipun digelar di Desa Banjar, namun peserta kampanye bukan hanya berasal dari warga setempat.

Massa yang hadir sekitar 2 ribu orang tersebut juga berasal dari Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawe dan Desa Banyuseri.

Pusat kampanye digelar di Balai Dusun Melanting.

Sejak paginya, warga antusias mendatangi lokasi kampanye.

Sepanjang perjalanan, ratusan warga meneriakan yel-yel Mantra-Kerta dengan mengacungkan salam dua jari.

Dalam kampanye dialogis tersebut, Rai Mantra didampingi politisi senior Partai Golkar Nyoman Sugawa Korry dan relawan Mantra-Kerta.

Hadir juga kelompok-kelompok masyarakat, perwakilan dadia juga subak.

Rai Mantra mengatakan, Mantra-Kerta sudah memiliki komitmen untuk membangun industri kreatif di Kecamatan Banjar dan Bali pada umumnya.

"Saya berkomitmen untuk membangun industri kreatif masyarakat di seluruh Bali termasuk masyarakat di Kecamatan Banjar karena telah mampu mengembangkan industri kreatif yang bagus. Kami akan fasilitasi pengembangan kualitas SDM, pemasaran, permodalan, teknologi dan kemampuan manajemennya," ujarnya.

Ia menyebut, Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti hutan, tambang dan sebagainya. Bali hanya memiliki kreatifitas dan seni yang dipadukan dengan teknologi.

"Makanya industri kreatif mutlak di Bali," ujarnya.

Selain itu, Rai Mantra berkomitmen untuk mengkaji pembangunan Monumen Perang Banjar.

Pembangunan monumen itu sangat beralasan karena di Kecamatan Banjar, dalam sejarah pernah terjadi perang melawan penjajah. Peristiwa bersejarah Perang Banjar bila dilakonkan kembali akan memberikan inspirasi bagi generasi muda Bali.

Perang Banjar adalah perang besar yang terjadi setelah perang jagaraga yang heroik tersebut, banyak korban yang jatuh di pihak penjajah dan juga di pihak para pejuang kusuma bangsa yang pada saat itu dipimpin Ida Bagus Made Rai. (wan)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help