Daya Tampung SMP Negeri di Denpasar Berkurang, Orang Tua Bingung Sistem Daftar SMP  

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dengan sistem zonasi membuat bingung orang tua siswa.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dengan sistem zonasi membuat bingung orang tua siswa.

Ini diungkapkan sejumlah orang tua siswa saat mencari informasi di posko PPDB di Rumah Pintar, Jalan Kamboja, Denpasar, Selasa (12/6).

Ngurah Arnawa, salah satu orang tua siswa, mengatakan dirinya hendak mendaftarkan anaknya di sebuah SMP negeri di Denpasar. Namun ia bingung karena memiliki Kartu Keluarga (KK) Kabupaten Gianyar. 

"Anak saya lulus SD Saraswati Denpasar dan mau cari SMP negeri di Denpasar juga, tapi KK dari Gianyar. Karena itu, ini mau tanya apa nama jalur pendaftarannya yang sesuai. Saya baca informasi dari Disdik (Dinas Pendidikan) kalau SD-nya (tamatan) di Denpasar tapi KK-nya luar Denpasar, itu ada jalurnya. Cuma pilih sekolahnya hanya boleh satu saja. Ini bingung mau pilih yang mana," ujar Ngurah Arnawa saat ditemui di Rumah Pintar, Selasa (12/6).

Arnawa belum memastikan apakah anaknya didaftarkan melalui jalur NEM (Nilai Hasil Ujian Nasional), jalur prestasi, jalur penghargaan ataukah jalur khusus keluarga miskin.

"Belum tahu jalur apa ini namanya yang sesuai, masih bingung. NEM anak saya 28,83. Saya ke sini mau daftar. Katanya, dari luar zonasi, pendaftarannya di Rumah Pintar. Kecuali kalau SD-nya di Denpasar dan KK-nya juga Denpasar, itu bisa langsung daftar di SMP yang dituju. Kalau di luar zonasi, daftar ke sini (Rumah Pintar) tapi kapan tanggalnya belum tahu, yang mana tanggalnya ya," tanya Arnawa bingung sembari melihat pengumuman yang ditempel di papan pengumuman Rumah Pintar kemarin.

"Bingung ini, saya baru dapat informasi satu bulan yang lalu. Kalau lebih awal kan saya bisa urus pindah KK ke Denpasar," sambung Arnawa.

Orang tua siswa lainnya, Nyoman Marsana, juga mengaku masih bingung. Selain bingung tentang  jadwal pendaftaran PPDB, Marsana juga mengalami kebingungan mencari legalisir piagam keikutsertaan anaknya dalam ajang PKB (Pesta Kesenian Bali).

Piagam tersebut rencananya akan ia gunakan untuk mendaftarakan anaknya ke SMP Negeri 3 Denpasar melalui jalur penghargaan.

"Anak saya lulus di SD 8 Sumerta Denpasar. Rencananya, dia daftar di SMP 3 melalui jalur penghargaan tapi sertifikatnya ini harus ada cap legalisir dulu. Saya kira di sini (Disdikpora) bisa, tapi disuruh ke dinas kebudayaan untuk dapat capnya. Kalau gak bisa lewat jalur penghargaan berarti terpaksa harus sekolah swasta," ujarnya kepada Tribun Bali kemarin.

Halaman
1234
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved