97 Orang Siswa SD yang Keracunan Makanan di Buleleng Sudah Diperbolehkan Pulang

Gede Suyasa pun tidak menampik jika kasus keracunan hampir setiap tahun terjadi di Buleleng.

97 Orang Siswa SD yang Keracunan Makanan di Buleleng Sudah Diperbolehkan Pulang
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi Keracunan makanan 

Kondisi Seluruh Korban Keracunan Mulai Membaik

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah siswa SD Negeri 3 Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali yang sebelumnya dirawat di RS Pratama Tangguwisia, akibat mengalami keracunan nasi bungkus, telah diperbolehkan pulang pada Kamis (14/6/2018).

Demikian disampaikan oleh Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa.

"Awalnya ada 8 anak yang dirawat di RS Pratama Tangguwisia. Ternyata Rabu malam kemarin ada 7 anak lagi yang di rawat di Puskemas Gerokgak. Sehingga total siswa yang mengalami keracunan itu 97 orang. Atas upaya tim medis mereka seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Yang sebelumnya rawat jalan juga sudah membaik," ujar Gede Suyasa.

Gede Suyasa pun tidak menampik jika kasus keracunan hampir setiap tahun terjadi di Buleleng.

Namun ketika disinggung terkait hasil laboratorium terhadap sampel makanan, yang selama ini tidak pernah di publish kata Gede Suyasa bukan menjadi ranah pihak Disdikpora Buleleng .

"Hasil sampel diambil Dinas Kesehatan. Tentu ini menjadi ranah mereka, apakah penyebabnya karena mie atau faktor lain. Mungkin itu masalah kode etik. Apakah boleh di publish atau tidak kembali pada tim Dinas Kesehatan," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Gede Suyasa pun berencana akan mendiskusikan kejadian ini pada tim penegak disiplin Dinas Pendidikan Buleleng, guna mencari solusi agar kasus keracunan massal tidak lagi terjadi di dunia pendidikan.

"Kami berpikir selama ini hanya memberikan surat teguran ternyata kejadian berulang-ulang. Ini perlu di diskusikan dengan tim penegak disiplin Dinas Pendidikan. Selama ini peringatan lisan dan tertulis telah diberikan, nyatanya masih berulang. Ini akan dikaji lagi," ungkapnya.

Apakah selama ini masih banyak guru yang berjualan di sekolah?

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help