Home »

Bali

Anak Muda Asal Bali Jadi Perajin Suling, Jual Karyanya Sampai Ke Papua

Dirinya mulai membuat suling untuk dijual sejak kuliah, sambil kuliah sambil membuat suling

Anak Muda Asal Bali Jadi Perajin Suling, Jual Karyanya Sampai Ke Papua
Tribun Bali / Putu Supartika
Adi Wira Nata Putra saat membuat suling 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR- Tamatan sarjana, tak mesti harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai kantoran.

Masih banyak peluang kerja yang bisa digali dari hobi maupun potensi lokal yang ada khususnya untuk di Bali.

Salah satunya adalah Kadek Adi Wira Nata Putra asal Pasdalem Kelod, Gianyar ini.

Pemuda kelahiran 10 September 1994 ini membuat suling (seruling) bambu untuk menambah penghasilannya selain bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar di Denpasar.

"Awalnya tak ada niat untuk menjadi pengrajin suling ini. Karena diketahui teman saya bisa membuat suling, maka diminta untuk membuatkan dan jadilah pembuat suling," kata Adi, Kamis (14/6/2018).

Dirinya mulai membuat suling untuk dijual sejak kuliah, sambil kuliah sambil membuat suling.

Karena bekerja sendirian, dalam sehari ia bisa membuat enam sampai tujuh suling.

"Ya tergantung, sehari kalau libur dari pagi sampai sore bisa buat enam sampai tujuh. Kalau kerja, cukup tiga sampai empat saja," kata pemuda yang tamat kuliah tahun 2016 ini.

Tak hanya di Bali, hasil kerajinan sulingnya itu juga dijual ke luar Bali bahkan sampai ke Papua.

"Kalau ke luar Bali biasanya saya jual ke Jawa, Sumatera, Kalimantan, Lombok dan waktu ini bahkan dapat sampai ke Papua," imbuhnya.

Untuk harga jualnya, tergantung ukuran suling.

Untuk suling ukuran kecil Rp 40 rb, sedang Rp 50 ribu, ukuran besar Rp 60 ribu.

Sementara untuk suling gambuh harganya Rp 150 ribu, suling Amerika Rp 250 ribu, dan untuk pan flute Rp 300 ribu.

Bahan baku untuk membuat suling ini ia datangkan dari Suter, Kintamani, Bangli. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help