Kisah Getir Tukang Pijat Tuna Netra Putu Ariani Bersama Suami, Bersyukur 3 Anak Laki-lakinya Normal

Kisah cintanya berlanjut ke pelaminan, setelah menyelesaikan masa pendidikan selama empat tahun, yakni pada tahun 2002.

Kisah Getir Tukang Pijat Tuna Netra Putu Ariani Bersama Suami, Bersyukur 3 Anak Laki-lakinya Normal
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ni Putu Ariani saat ditemui Tribun Bali, Rabu (13/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Berawal dari obat tetes mata yang ternyata telah kadaluarsa, perlahan namun pasti, indera penglihat Ni Putu Ariani, mulai memudar.

Bahkan pandangan yang semula kabur, kini sama sekali tak mampu menangkap setitik cahaya. 

Menjadi tuna netra sejak usia 15 tahun diterima Putu Ariani dengan ikhlas.

Semula, kebutaan yang dialami hanyalah semi permanen.

Sebab dirinya masih bisa melihat, meski pandangannya kabur.

Namun sejak tujuh tahun lalu, pandangannya justru sama sekali tak mampu menangkap cahaya. 

Keterbatasan yang dimiliki juga bukan alasan untuk berdiam diri, serta menunggu uluran tangan orang lain.

Kepada Tribun Bali, Rabu (13/6/2018), wanita yang kini menginjak usia 43 tahun itu bercerita, jika dirinya sempat mengikuti program pendidikan khusus memijat di Kecamatan Kediri, Tabanan.

Ditempat ini pula, Ariani menemukan tambatan hatinya yang bernama I Wayan Suwartika (43).

Kisah cintanya berlanjut ke pelaminan, setelah menyelesaikan masa pendidikan selama empat tahun, yakni pada tahun 2002.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help