‘Siapakah Aku, Kamu, Dia Dan Mereka ?’

Semakin sering mengeluh atau menyalahkan orang lain maka semakin jelas separasi di antara kita dan mereka.

‘Siapakah Aku, Kamu, Dia Dan Mereka ?’
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM – 5eorang guru spiritual, Ajahn Chan, pernah ditanya: "Guru, di manakah tempat tinggal Anda?"

"Saya tidak tinggal di mana pun," jawab Ajahn Chah.

"Bukankah Guru tinggal di vihara?" tanya seorang umat dengan penasaran.

"Saya tidak tinggal di mana pun. Karena sebenarnya tidak ada Ajahn Chah. Karena Ajahn Chah tidak ada, maka tidak ada yang tinggal di suatu tempat," jawab sang guru.

Ego

Jawaban singkat sang guru berisi pesan yang sangat dalam. Tidak ada Ajahn Chah adalah kondisi padamnya ego.

"Aku", "saya", "punyaku", "milikku" semua adalah permainan ego.

Ego bekerja dan mempertahankan diri, memperkuat pengaruh, semakin memperbesar dirinya, dan semakin kuat mencengkeram kita dengan menggunakan dua strategi, yaitu identifikasi dan separasi.

Berasal dari akar kata idem (sama), dan facere (membuat), maka identifikasi berarti "membuat menjadi sama".

Kita, manusia, senantiasa mengidentifikasi diri kita dengan sesuatu.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help