Hari Raya Idul Fitri

Dagangan Koran Bekas untuk Alas Salat di Renon Laris Manis

Tapi sebentar dulu, mereka bukan penjual koran harian, namun mereka adalah penjual koran bekas dadakan saat Idul Fitri.

Dagangan Koran Bekas untuk Alas Salat di Renon Laris Manis
Tribun Bali/Putu Supartika
Penjual koran bekas di sekitaran tempat pelaksanaan salat id di Lapangan Puputan Renon, Jumat (15/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Koran, koran, koran pak, koran bu," kata pedagang koran, Jumat (15/6/2018) di depan Kantor Gubernur Bali atau tepatnya di sekitar tempat pelaksanaan salat id Idul Fitri menjajakan koran yang dibawanya.

Tapi sebentar dulu, mereka bukan penjual koran harian, namun mereka adalah penjual koran bekas dadakan saat Idul Fitri.

Mereka menjajakan koran yang digunakan alas untuk alas salat id oleh Umat Muslim.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, ada yang menjual Rp 1.000 per eksemplar dan ada juga yang menjual Rp 2.000.

Salah seorang penjual koran bekas dadakan, Made Sari mengungkapkan dirinya telah datang ke sana pukul 05.00 Wita.

Ia membawa 100 eksemplar koran.

"Ya lumayan. Saya hanya bawa 100 biji," kata Sari yang berasal dari Selat Duda, Karangasem.

Pereksemplar koran, ia jual dengan harga Rp 2.000.

Sari mengatakan baru pertama kali jualan koran bekas ini karena diajakin oleh temannya.

"Baru pertama, diajakin teman. Kalau saya jualan sama adik saya. Beli koran bekasnya di Pasar Badung, terus saya jual lagi di sini," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help