Hari Raya Idul Fitri

Satu Setengah Tahun di Pengungsian, Begini Warga Kampung Bugis Serangan Merayakan Idul Fitri

Pria yang juga ikut tinggal di pengungsian itu mengaku sedang berpikir keras memikirkan bagaimana nasib keluarga dan warganya

Satu Setengah Tahun di Pengungsian, Begini Warga Kampung Bugis Serangan Merayakan Idul Fitri
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Warga Kampung Bugis Serangan saat bersilaturahmi dengan tetangga mereka di tenda pengungsian, Jumat (15/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski berada di tenda pengungsian, namun ratusan warga muslim di Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali tetap merayakan Idul Fitri sebagaimana biasanya, Jumat (15/6/2018).

Saat tribun-bali.com berkunjung ke lokasi pengungsian, tampak para lelaki mengenakan peci, yang perempuan mengenakan jilbab.

Di antara tenda-tenda, dan bangunan yang berjejer dan halaman depannya ditutupi terpal, mereka saling bersilaturahmi, mengucap kata "Minal Aidin Wal Faizin" ke sanak saudara dan tetangga yang juga berada di pengungsian.

"Kami sudah satu setengah tahun tinggal di pengungsian," kata Kepala Lingkungan Kampung Bugis Serangan, Mohadi.

Pria yang juga ikut tinggal di pengungsian itu mengaku sedang berpikir keras memikirkan bagaimana nasib keluarga dan warganya yang saat ini tinggal di lahan pinjaman.

Tenda yang mereka gunakan juga masih pinjaman dari pemerintah, yakni dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Mohadi mangaku bakal memperjuangkan nasib warganya agar mendapatkan lahan yang sebelumnya sempat dijanjikan oleh pihak BTID kepada warga Kampung Bugis.

Sebagaimana diketahui, warga Kampung Bugis Serangan digusur paksa pada 3 Januari 2017 silam.

Meski terjadi perlawanan keras dari warga Kampung Bugis, namun rumah mereka tetap diratakan menggunakan alat berat, Buldoser.

Total rumah yang waktu itu diratakan sebanyak 30 unit yang dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga.

"Saat ini, yang tinggal di pengungsian hanya 30 KKsaja. Sisanya ada yang tinggal sama sanak saudaranya, ada yang cari kos-kosan," kata Mohadi.

Mohadi mengaku pihaknya masih berpikir bagaimana caranya agar mendapatkan lahan untuk warga Kampung Bugis yang terkena penggusuran.

Ia mengungkap sempat ada perjanjian atau MoU antara warga Serangan dan pihak Bali Turtle Island Development (BTID) yang berkantor di Serangan.

Namun, apabila nantinya permohonan-permohonan dari warga Kampung Bugis nantinya tidak diindahkan, Mohadi mengaku tidak menutup kemungkinan nantinya warga Kampung Bugid bakal melakukan tindakan tegas.

"Ya entah apa nanti yang kami lakukan. Yang jelas selama ini kami sudah cukup bersabar. Kalau nanti tidak digubris ya tindakan tegas akan kami lakukan. Entah demo, tapi yang tidak anarkis," ujar Mohadi (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved