Ayam Geprek Si Gendut Dapatkan Omset Rp 4 Juta Perharinya

Bisnis kuliner memang tidak pernah ada matinya terbukti dengan setiap harinya selalu hadir kuliner baru

Ayam Geprek Si Gendut Dapatkan Omset Rp 4 Juta Perharinya
Tribun Bali/Karsiani Putri
Menu Favorit- Pegawai Ayam Geprek Si Gendut Tukad Barito menunjukkan menu favorit, yakni ayam geprek mozzarella di di Jalan Tukad Barito, Denpasar, Bali, pada Sabtu (16/6/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bisnis kuliner memang tidak pernah ada matinya terbukti dengan setiap harinya selalu hadir kuliner baru yang langsung membludak penggemarnya.

Beberapa kuliner yang tengah hits saat ini seperti ayam geprek, es kepal Milo dan juga Indomie donat pun tengah diburu masyarakat khususnya remaja.

Hal ini membuat banyak peluang bagi wiraswasta muda untuk melebarkan bisnisnya di dunia kuliner,sepert yang dilakukan oleh Ida Bagus Gede Sadu Wira.

Tim Leader Ayam Geprek Si Gendut di Jalan Tukad Barito, Denpasar ini menuturkan bahwa usaha ayam geprek ini terbilang menguntungkan terbukti selama lima hari membuka Ayam Geprek ini dalam seharinya mendapatkan omset Rp 4 juta.

Ayam geprek Si Gendut sendiri telah memiliki kurang lebih sembilan cabang yang tersebar di Pulau Jawa dan untuk di Bali sendiri telah ada dua cabang.

“Di hari pertama grand opening kami mengadakan belanja dengan harga suka-suka, jadinya pada hari tersebut antreannya sampai panjang sekali, hal ini membuktikan bahwa banyak yang ingin tahu bedanya ayam geprek Si Gendut Tukad Barito ini,” ucap Sadu Wira.

Ia menuturkan bahwa dalam satu harinya pihaknya menstok 250 sampai 300 potong ayam dan selalu ludes diborong pengunjung.

Sedangkan di grand opening lalu, Ia menyediakan stok daging ayam sampai dengan 1200 ayam, dan dalam setengah hari telah habis.

“Kalau di kami, ayam geprek tersebut kami campur langsung dengan bumbu dan lebih seperti ayam tumbuk dan bumbu lebih menyatu, dan itu menjadikannya lebih lembut dibandingkan kompetitor lainnya,” ucap Sadu Wira ketika ditemui di Jalan Tukad Barito, Denpasar, Bali, pada Sabtu (16/6/2018).

Beberapa menu yang ditawarkan, yakni Ayam Geprek dengan Nasi yang dijual Rp 15 ribu, Ayam Geprek Keju dan Nasi dijual dengan harga Rp 18 ribu, dan ada juga Ayam Geprek Mozarella dengan nasi, yakni Rp 21 ribu.

Tambahnya, meskipun telah menstok sampai 300 potong ayam, pengunjung tetap mengantre hingga akhirnya Ia pun menambah stok.

Mulai buka dari pukul 11.00 Wita sampai dengan 20.00 Wita, Sadu Wira menjelaskan penggemar dari ayam gepreknya tetap datang meskipun telah dari jam tutup.

Ia juga menuturkan bahwa kedepannya Ia ingin menambah pegawai dan meja sehingga pengunjang lebih banyak yang bisa makan di tokonya, dan daam waktu dekat ini pihaknya ingin memanjangkan jam buka toko, yakni sampai 02.00 Wita.

“Bisnis kuliner itu adalah bisnis yang tidak pernah mati asal konsisten dengan rasa, kebersihan dan tidak menempatkan tempat usaha di lokasi yang salah. Saya juga berharap makanan ini bukan hanya sekedar tren seperti es milo dan yang lainnya, tapi bisa menjadi hobi bagi siapa pun,” jelasnya.
(*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved